Ozzy Osbourne Meninggal Dunia, Dunia Rock Berduka!
- account_circle Doni
- calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
- visibility 136
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Birmingham, inplusnews.com — Dunia musik kembali berduka. Ozzy Osbourne, ikon rock dunia sekaligus vokalis pendiri grup legendaris Black Sabbath, meninggal dunia dalam usia 76 tahun. Sosok yang dijuluki “Pangeran Kegelapan” itu berpulang dengan damai di kediamannya, dikelilingi oleh istri tercinta, Sharon, serta anak-anaknya.
Pernyataan Keluarga dan Momen Terakhir
Kabar kepergian Ozzy dikonfirmasi oleh keluarga melalui pernyataan resmi. Mereka mengungkapkan bahwa sang legenda menghembuskan napas terakhirnya dalam suasana yang penuh ketenangan dan cinta. Pihak keluarga juga meminta kepada publik dan media untuk menghormati privasi mereka di masa berkabung ini.
Perjalanan Melawan Penyakit
Ozzy telah lama bergulat dengan penyakit Parkinson yang didiagnosis pada tahun 2020. Kondisinya memburuk seiring waktu, diperparah dengan cedera serius akibat kecelakaan ATV pada 2003 dan serangkaian operasi tulang belakang. Dalam beberapa tahun terakhir, keterbatasan fisiknya semakin jelas, bahkan ia sempat mengungkapkan tak mampu lagi berjalan.
Penampilan Terakhir yang Menggugah
Meski kondisi kesehatannya terus menurun, Ozzy sempat mengejutkan publik dengan tampil dalam konser spesial bertajuk Back to the Beginning pada 5 Juli 2025 di Villa Park, Birmingham—hanya dua pekan sebelum wafat. Konser ini mempertemukan kembali formasi asli Black Sabbath untuk pertama kalinya dalam dua dekade dan menjadi panggung perpisahan yang emosional bagi para penggemar.
Acara tersebut juga diisi oleh penampilan band-band rock ternama seperti Metallica, Pantera, Slayer, Gojira, dan Anthrax. Seluruh hasil konser disumbangkan untuk lembaga-lembaga sosial termasuk yayasan Parkinson dan rumah sakit anak di Birmingham.
Prosesi Pemakaman dan Penghormatan Terakhir
Pemakaman dilakukan secara tertutup pada 30 Juli 2025, setelah prosesi publik melewati jalur ikonik di Birmingham seperti Broad Street dan jembatan Black Sabbath. Ribuan penggemar memadati jalan, menyanyikan lagu “Iron Man” dan meneriakkan nama sang legenda dalam iring-iringan penghormatan yang penuh haru.
Istri dan anak-anak Ozzy—Kelly, Jack, Aimee, Louis, Jessica, dan Elliot—ikut dalam barisan keluarga yang mengiringi jenazah. Kota Birmingham secara resmi memberikan penghormatan atas peran Osbourne dalam menjadikan kota tersebut sebagai salah satu pusat musik metal dunia.
Duka dan Penghormatan dari Dunia Musik
Sejumlah tokoh besar dunia musik turut menyampaikan rasa kehilangan mendalam. Grup Black Sabbath membagikan unggahan bertuliskan “Ozzy Forever” sebagai penghormatan. Metallica menyebutnya sebagai “pahlawan, pelopor, dan mentor sejati”. Ucapan belasungkawa juga datang dari Elton John, Rod Stewart, Alice Cooper, Robert Plant, hingga Green Day.
Zakk Wylde, gitaris sekaligus sahabat dekat Ozzy, mengungkapkan pesan terakhir sang vokalis yang dipenuhi rasa syukur dan cinta setelah konser terakhir. Robert Trujillo dari Metallica pun membagikan kisahnya bekerja dengan Osbourne, menyebutnya sebagai pribadi yang rendah hati dan penuh semangat.
Warisan Sang Pionir Metal
Perjalanan musikal Ozzy dimulai dari Birmingham pada akhir 1960-an. Bersama Black Sabbath, ia merintis genre heavy metal lewat album monumental seperti Paranoid, Master of Reality, dan Sabbath Bloody Sabbath—yang menginspirasi generasi musisi setelahnya.
Setelah didepak dari band pada 1979, Ozzy tetap melambung sebagai solois dengan karya-karya seperti Blizzard of Ozz dan Diary of a Madman, melahirkan lagu klasik seperti Crazy Train dan Mr. Crowley. Ia juga menjadi fenomena budaya pop lewat acara realitas The Osbournes yang tayang di MTV pada awal 2000-an.
Penghargaan pun datang silih berganti. Ia masuk Rock & Roll Hall of Fame dua kali: sebagai anggota Black Sabbath pada 2006 dan sebagai artis solo pada 2024—sebuah pencapaian langka dalam sejarah musik.
Suara yang Tak Pernah Padam
Ozzy Osbourne bukan sekadar musisi, tapi simbol pemberontakan, keberanian, dan kreativitas tanpa batas. Dari aksi panggung yang penuh kontroversi hingga kehangatan yang dirasakan orang-orang terdekatnya, ia menjelma sebagai figur legendaris yang membekas di hati para penggemar musik di seluruh dunia.
Meski raganya telah tiada, semangat dan warisannya akan terus hidup dalam setiap dentuman riff gitar dan jeritan vokal metal. Dunia mungkin kehilangan Ozzy Osbourne, tapi sosoknya abadi dalam sejarah musik dan budaya populer.
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi


