Pemkab Bandung Gulirkan Program Sedekah Telur untuk Cegah Stunting
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 4 Agt 2025
- visibility 117
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabupaten Bandung, inplusnews.com, – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan dukungan penuhnya terhadap program “Satu Pegawai Satu Kilogram Telur” yang digagas Tim Penggerak PKK Kabupaten Bandung. Program ini menyasar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung sebagai bentuk kepedulian terhadap percepatan penurunan angka stunting, khususnya bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK).
“Program ini ditujukan bagi ibu hamil yang termasuk kelompok rentan dan membutuhkan asupan gizi tambahan. Saya ajak seluruh ASN untuk ikut serta bersedekah telur setiap bulan,” ujar Bupati Dadang saat menghadiri pelantikan Ketua TP PKK serta Ketua Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan di Gedung Dewi Sartika, Soreang, Senin 4 Agustus 2025.
Menurutnya, keberadaan PKK dan Posyandu sangat krusial dalam upaya menyehatkan generasi mendatang. Dalam arahannya, ia meminta seluruh kader fokus menangani stunting dan gizi buruk melalui sinergi dengan puskesmas serta perangkat daerah lainnya.
“Penanganan stunting perlu dilakukan secara terintegrasi, termasuk mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kerja sama lintas sektor sangat penting,” tegasnya.

Dorong Pemberdayaan dan Edukasi Keluarga
Selain fokus pada gizi anak, Kang DS juga mendorong agar PKK lebih aktif dalam mengembangkan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Potensi lokal, wirausaha perempuan, serta pemasaran digital dan bazar UMKM menjadi beberapa strategi yang disarankannya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan keluarga, terutama dalam membentuk karakter anak. PKK diimbau untuk mendukung PAUD holistik, memberikan edukasi terkait pola asuh penuh kasih, serta mengampanyekan bahaya pernikahan dini, perundungan, dan penyalahgunaan media sosial.
Di sisi lain, Gerakan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) turut menjadi perhatian. Bupati berharap kader PKK dan Posyandu bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, termasuk dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman obat keluarga.
Untuk menunjang efektivitas kerja, Kang DS mengajak PKK dan Posyandu mengadopsi digitalisasi dalam pendataan keluarga, pelaporan kegiatan, hingga komunikasi kader.
“Pemkab siap mendukung dengan pelatihan serta penyediaan fasilitas dasar untuk menunjang transformasi digital ini,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan PKK dan Posyandu bukan hanya soal struktur organisasi, tetapi soal semangat, komitmen, dan keikhlasan para kader dalam bekerja bagi masyarakat.
“Pelayanan tanpa pamrih dan kerja nyata adalah kunci. Mari kita wujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan mandiri,” ucap Kang DS.
Emma Dety: Satu ASN, Satu Kilo Telur untuk Ibu Hamil KEK
Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, menyampaikan bahwa program sedekah telur ditujukan bagi 2.012 ibu hamil yang mengalami KEK, berdasarkan data Dinas Kesehatan. Ia berharap Bupati dapat menetapkan kebijakan resmi agar setiap ASN menyumbangkan satu kilogram telur setiap bulan.
“Dengan adanya dukungan kebijakan dari Pak Bupati, saya yakin program ini bisa berjalan optimal dan memberi dampak nyata,” ungkap Emma, yang juga merupakan istri dari Bupati Bandung.
Kepada para Ketua PKK dan Posyandu yang baru dilantik, Emma berharap mereka mampu meningkatkan dedikasi serta menunjukkan integritas, kepedulian, dan semangat gotong royong di wilayah masing-masing.
“PKK dan Posyandu adalah dua pilar utama dalam pembangunan keluarga. Kita harus terus menjaga semangat kerja sama, keswadayaan, dan kemitraan lintas sektor,” tegasnya.
Emma juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelaksanaan program ketahanan pangan, peningkatan ekonomi, serta layanan sosial dasar.
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi


