Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Konversi Gas Buang Jadi Listrik: Solusi Energi Ramah Lingkungan dari Jawa Barat

Konversi Gas Buang Jadi Listrik: Solusi Energi Ramah Lingkungan dari Jawa Barat

  • account_circle Doni
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, inplusnews.com – Transformasi energi menuju masa depan yang bersih dan berkelanjutan semakin nyata. Salah satu upayanya kini hadir dari pemanfaatan flare gas—gas buang dari aktivitas pengeboran migas—yang dikembangkan menjadi energi listrik. Inovasi ini dilakukan melalui kerja sama strategis antara PT Migas Utama Jabar (MUJ) dan PT Asian Clean Energy (Rabu, 16 Juli 2025 ).

Keduanya menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Bandung untuk mengembangkan proyek konversi flare gas to power, yang menjadi langkah konkret mendukung agenda transisi energi di Indonesia.

Dari Limbah Menjadi Daya Listrik

Flare gas selama ini dianggap sebagai limbah yang harus dibakar demi alasan keselamatan. Namun, teknologi baru memungkinkan gas sisa ini dimanfaatkan menjadi sumber listrik yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan pendekatan gas to power, potensi energi dari limbah tersebut kini dapat diubah menjadi manfaat nyata.

“Selama ini flare gas hanya dibuang atau dibakar. Sekarang, kita punya peluang besar untuk mengubahnya menjadi sumber listrik yang bisa digunakan oleh industri maupun masyarakat,” ujar Muhamad Sani, Direktur Utama PT MUJ.

Inovasi Energi Lokal Berorientasi Global

Langkah ini tidak hanya menyasar efisiensi energi, tetapi juga mendukung pengurangan emisi karbon secara signifikan. Menurut Robin Hendera, Direktur PT Asian Clean Energy, proyek ini adalah bukti nyata bagaimana limbah bisa diubah menjadi nilai (waste to value).

“Kami melihat flare gas sebagai peluang, bukan masalah. Jika ditangani dengan benar, limbah gas ini bisa jadi bagian dari solusi energi bersih nasional,” katanya.

Proyek Percontohan di Pabuaran

Proyek perdana direncanakan berlangsung di kawasan Pabuaran, Jawa Barat. Di lokasi ini, gas buang dari produksi migas akan dikonversi menjadi listrik yang bisa dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat sekitar maupun pelaku industri.

Selain itu, MUJ berencana menjalin sinergi dengan Pertamina EP Region 2 untuk memperluas pemanfaatan teknologi serupa di titik-titik produksi migas lainnya.

Efek Berantai bagi Lingkungan dan Ekonomi

Selain menekan emisi gas rumah kaca, proyek ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, mendorong investasi hijau, dan menyediakan pasokan listrik alternatif bagi daerah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Dengan demikian, konversi flare gas to power bukan hanya menjawab tantangan energi hari ini, tapi juga membuka jalan bagi pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa solusi energi masa depan bisa dimulai dari daerah, lewat inovasi nyata dan kolaborasi lintas sektor,” tutup Sani.

  • Penulis: Doni
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less