Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kondisi Korban Ambruknya Bangunan SMP Pasundan 1 dan 2 Bandung Mulai Membaik, Disdik Pastikan Evaluasi Menyeluruh Gedung Sekolah

Kondisi Korban Ambruknya Bangunan SMP Pasundan 1 dan 2 Bandung Mulai Membaik, Disdik Pastikan Evaluasi Menyeluruh Gedung Sekolah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 367
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA BANDUNG, inplusnews.com, “Kondisi Korban Ambruknya Bangunan SMP Pasundan 1 dan 2 Bandung Mulai Membaik, Disdik Pastikan Evaluasi Menyeluruh Gedung Sekolah” — Peristiwa ambruknya sebagian bangunan SMP Pasundan 1 dan 2 Kota Bandung pada Senin (3/11/2025) menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan (Disdik). Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah, meski beruntung tidak memakan korban jiwa. Saat ini, para siswa yang sempat menjadi korban sudah mendapatkan perawatan dan sebagian besar telah pulih.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, bersama Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Pertama (PPSMP), Yanuar Teguh Epsa, langsung meninjau lokasi kejadian beberapa jam setelah insiden berlangsung.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Peristiwa tersebut menjadi pengingat agar seluruh pihak lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kelayakan bangunan sekolah, baik negeri maupun swasta,” ujar Asep dalam keterangan resmi kepada Humas Kota Bandung.

Kronologi Kejadian: Ruang Kelas Ambruk Saat Pergantian Jam Pelajaran

Berdasarkan laporan awal, ambruknya bangunan terjadi di salah satu ruang kelas yang saat itu tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Para siswa tengah mengikuti pelajaran di laboratorium komputer ketika bagian atap dan dinding bangunan runtuh.

“Ruang kelas memang sedang kosong karena pergantian jam pelajaran. Namun, ada beberapa siswa yang berada di sekitar lokasi dan terkena material reruntuhan,” jelas Asep.

Insiden terjadi cukup cepat, namun guru dan staf sekolah segera mengevakuasi siswa dari area terdampak. Tim medis dan aparat setempat juga langsung datang untuk memberikan pertolongan pertama.

Penanganan Cepat Korban di RSUD Bandung Kiwari

Para korban segera dibawa ke RSUD Bandung Kiwari untuk menjalani pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan, diketahui ada tujuh siswa yang menjadi korban. Lima di antaranya mengalami luka ringan dan langsung diperbolehkan pulang, sementara satu siswa mengalami patah tulang, dan satu lainnya menjalani observasi tambahan untuk hasil rontgen.

“Pihak sekolah sudah menyatakan siap menanggung seluruh biaya pengobatan para korban. Kami pastikan semua penanganan dilakukan dengan cepat dan transparan,” tegas Asep.

Pantauan Humas Kota Bandung pada pukul 18.30 WIB di RSUD Bandung Kiwari menunjukkan, seluruh korban sudah dalam kondisi stabil dan bersiap untuk melanjutkan rawat jalan di rumah masing-masing.

Bangunan Dikosongkan Sementara, Disdik Lakukan Evaluasi Gedung Sekolah Menyeluruh

Sebagai langkah antisipatif, Disdik Kota Bandung menginstruksikan agar seluruh bangunan SMP Pasundan 1 dan 2 yang terdampak segera dikosongkan sementara waktu. Kegiatan belajar mengajar tidak diperkenankan dilakukan di area tersebut hingga hasil analisis kelayakan bangunan diterbitkan oleh tim teknis.

“Saya sudah meminta kepala sekolah dan yayasan untuk mengosongkan seluruh ruangan yang terdampak. Kami tidak ingin ada risiko lanjutan sebelum hasil pemeriksaan struktural keluar,” tutur Asep.

Menurutnya, evaluasi fisik bangunan sekolah di Kota Bandung akan diperluas, mencakup sekolah negeri maupun swasta, untuk memastikan keamanan seluruh peserta didik.

Tim Teknis Dinas Pendidikan Kota Bandung Melakukan Pengecekan Struktur Bangunan Sekolah Untuk Memastikan Keamanan Belajar
Tim Teknis Dinas Pendidikan Kota Bandung Melakukan Pengecekan Struktur Bangunan Sekolah Untuk Memastikan Keamanan Belajar

Cuaca Ekstrem Jadi Faktor Risiko Tambahan

Selain faktor usia bangunan, Asep menyoroti kondisi cuaca di Kota Bandung yang beberapa pekan terakhir kerap dilanda hujan deras disertai angin kencang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempercepat kerusakan bangunan, terutama yang memiliki struktur lama atau sedang dalam proses perbaikan.

“Setiap kepala sekolah diharapkan untuk secara berkala melakukan pengecekan terhadap keadaan fisik bangunan. Jika ada tanda-tanda retakan atau kerusakan berat, segera laporkan ke Disdik agar bisa dilakukan penanganan cepat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan berkala menjadi bagian penting dari standar operasional keamanan sekolah, terutama untuk mencegah kejadian yang bisa mengancam keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Sekolah Siapkan Sistem Belajar Alternatif

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Pasundan 1 dan 2, Sukmana, menyampaikan bahwa pihak sekolah segera menyiapkan alternatif agar kegiatan belajar tetap berjalan tanpa gangguan.

“Bangunan yang terdampak ambruk tidak akan digunakan terlebih dahulu. Untuk sementara, siswa kelas VII akan mengikuti sistem Belajar dari Sekolah (BDS) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa bagian bawah gedung sebenarnya tidak mengalami kerusakan serius, namun pihak sekolah tetap mengambil keputusan untuk mengosongkan seluruh area sebagai langkah pencegahan.

“Mulai besok, area tersebut tidak akan digunakan sama sekali. Kelas yang sebelumnya menempati area itu akan dialihkan ke metode PJJ,” tambahnya.

Koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Pengajuan Rehab Cepat

Pihak sekolah juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Disdik Kota Bandung terkait kelanjutan proses rehabilitasi bangunan. Sukmana menyebut bahwa sekolah sudah mengajukan permohonan bantuan rehabilitasi cepat untuk tahun 2026, sebab anggaran tahun 2025 baru mencakup sebagian proyek perbaikan.

“Bangunan ini memang sudah lama kami usulkan untuk mendapatkan program rehab cepat. Kami berharap pemerintah dapat segera memprosesnya agar siswa bisa kembali belajar dengan nyaman dan aman,” jelasnya.

Sukmana juga menegaskan bahwa seluruh arahan dari Disdik, baik terkait keselamatan maupun teknis pelaksanaan kegiatan belajar, sudah diikuti dengan penuh tanggung jawab.

Kondisi Korban Ambruknya Bangunan SMP Pasundan 1 dan 2 Bandung Mulai Membaik

Sementara itu, kondisi para siswa yang sempat mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan kini dilaporkan berangsur membaik.

“Alhamdulillah, kondisi para siswa sudah membaik. Mereka kini menjalani rawat jalan di rumah masing-masing atas permintaan orang tua, karena tidak ada luka yang membahayakan,” ujar Sukmana.

Pihak sekolah juga terus melakukan komunikasi dengan keluarga korban untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar serta kebutuhan medis siswa tetap terpenuhi.

Langkah Ke Depan: Audit Struktur dan Pengawasan Konstruksi Sekolah

Disdik Kota Bandung menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan audit struktur bangunan sekolah secara menyeluruh. Audit ini akan menjadi dasar untuk menentukan prioritas rehabilitasi gedung pendidikan yang berpotensi rawan ambruk.

“Kami tidak ingin hanya reaktif ketika ada insiden. Kami akan lakukan pendataan menyeluruh agar proses rehabilitasi bisa terencana dan tepat sasaran,” tegas Asep Saeful Gufron.

Ia berharap seluruh sekolah di bawah naungan yayasan maupun pemerintah daerah bisa bekerja sama menjaga keamanan lingkungan belajar. “Kesehatan dan keselamatan anak-anak adalah prioritas utama,” tandasnya.

Kasus ambruknya sebagian bangunan SMP Pasundan 1 dan 2 menjadi peringatan penting bagi semua pihak untuk memperhatikan kondisi infrastruktur pendidikan di Kota Bandung. Respons cepat dari Disdik dan pihak sekolah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keselamatan siswa dan memastikan proses belajar tetap berlangsung tanpa hambatan.

Dengan evaluasi struktural, langkah preventif, dan perbaikan sistem pengawasan, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.***“Kondisi Korban Ambruknya Bangunan SMP Pasundan 1 dan 2 Bandung Mulai Membaik, Disdik Pastikan Evaluasi Menyeluruh Gedung Sekolah”

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less