Siliwangi Santri Camp 2026 Ditutup, Santri Disiapkan Jadi Talenta Unggul dan Akses Beasiswa
- account_circle Doni
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- visibility 1.018
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penutupan Siliwangi Santri Camp 2026 di Rindam III Siliwangi Bandung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, inplusnews.com – Rangkaian kegiatan Siliwangi Santri Camp (SSC) 2026 yang digelar di Mako Rindam III/Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung, resmi berakhir pada Minggu (19/4/2026). Penutupan ini tidak hanya menandai selesainya program pelatihan, tetapi juga menjadi awal pembinaan lanjutan bagi para santri dalam berbagai bidang strategis.
Program ini diarahkan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga memiliki potensi unggul dalam mendukung ketahanan nasional, termasuk di sektor pangan dan ekonomi.
Santri Akan Masuk Program Pembinaan Lanjutan Nasional
Ketua Panitia SSC 2026 dari IKAL-62 Lemhannas, Dr. Stevy Hanny Supena, menjelaskan bahwa para peserta tidak berhenti pada tahap pelatihan ini saja.
Setelah kembali ke pesantren masing-masing, para santri akan tetap berada dalam pembinaan lanjutan melalui program yang terintegrasi dengan Badan Cadangan Nasional.
Menurutnya, para peserta akan mengikuti serangkaian seleksi lanjutan, termasuk tes psikologi, guna mengidentifikasi potensi intelektual dan karakter.
“Santri yang memiliki kapasitas unggul, termasuk yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi, akan diprioritaskan untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.

Ketua Panitia Siliwangi Santri Camp (SSC) 2026 dari IKAL-62 Lemhannas, Dr. Stevy Hanny Supena.
Peluang Beasiswa dan Sekolah Kedinasan untuk Santri
Program lanjutan ini juga membuka peluang bagi santri untuk mendapatkan akses pendidikan melalui jalur beasiswa maupun kesempatan melanjutkan ke sekolah kedinasan.
Meski masih dalam tahap pembahasan dengan kementerian terkait, rencana tersebut diharapkan dapat memberikan jalur khusus bagi peserta yang telah mengikuti program pembinaan.
Selain aspek kecerdasan intelektual, penilaian juga akan mencakup kemampuan emosional dan spiritual, sehingga menghasilkan profil santri yang seimbang dan berdaya saing.
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi


Saat ini belum ada komentar