Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keagamaan » Bupati Bandung Dorong Kaderisasi Ulama Berbasis Desa, Perkuat Peran MUI dalam Pembinaan Umat

Bupati Bandung Dorong Kaderisasi Ulama Berbasis Desa, Perkuat Peran MUI dalam Pembinaan Umat

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
  • visibility 250
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABUPATEN BANDUNG, inplusnews.com, “Bupati Bandung Dorong Kaderisasi Ulama Berbasis Desa, Perkuat Peran MUI dalam Pembinaan Umat”Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pentingnya peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat desa sebagai ujung tombak dalam pembinaan umat, penguatan syariat Islam, serta pembentukan kader ulama yang berkualitas hingga ke akar rumput.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Program Kaderisasi Ulama Berbasis Desa yang digelar di Gedung Ormas Islam, Soreang, pada Kamis (6/11/2025).

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Kang DS ini menuturkan bahwa MUI memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.

“MUI berperan memberikan fatwa, membina umat Islam agar semakin berkualitas, dan memastikan nilai-nilai syariat Islam berjalan dengan baik. Karena itu, para ketua MUI Desa harus menjadi pelopor dalam pembinaan umat di wilayahnya,” ujar Kang DS.

Berawal dari Pengalaman Pribadi

Kang DS mengisahkan, gagasan untuk memperkuat peran MUI Desa berawal dari pengalaman pribadinya saat masih menjabat sebagai kepala desa. Ia menceritakan kisah sepasang suami istri yang meninggal dunia dalam kondisi ekonomi sulit dan tidak mampu membayar iuran kematian.

“Saya waktu itu tidak tega. Lalu saya kumpulkan para Ketua RW dan DKM, dan kami sepakat bahwa urusan pemulasaraan jenazah menjadi tanggung jawab bersama. Dari situ lahir tradisi sedekah kain kafan setiap 1 Muharram, dan tradisi itu masih berjalan sampai sekarang,” kenangnya.

Dorong Kesadaran Zakat dan Sedekah

Bupati Bandung juga menyoroti meningkatnya kesadaran masyarakat, termasuk ASN, dalam berzakat dan bersedekah. Ia menyebut, penghimpunan dana BAZNAS Kabupaten Bandung yang semula hanya sekitar Rp200 juta per bulan, kini meningkat menjadi sekitar Rp1,2 miliar per bulan.

“Kalau ada warga yang membutuhkan kain kafan, bisa dibantu oleh BAZNAS atau langsung lapor ke saya. Tidak boleh ada warga Kabupaten Bandung yang tidak dipulasara hanya karena tidak mampu membeli kain kafan,” tegasnya.

Peserta Kaderisasi Ulama Mui Desa Mengikuti Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Di Kabupaten Bandung
Peserta Kaderisasi Ulama Mui Desa Mengikuti Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Di Kabupaten Bandung

Pelatihan Pemulasaraan Jenazah oleh MUI Desa

Untuk memperkuat pelayanan sosial-keagamaan di tingkat desa, Kang DS menginstruksikan agar MUI Desa melatih masyarakat dalam tata cara pemulasaraan jenazah.

“Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat Desa akan menyelenggarakan pelatihan langsung secara serempak bagi para perwakilan yang didelegasikan oleh setiap RW di seluruh wilayah Kabupaten Bandung. Saya sudah tugaskan camat dan kepala desa menyiapkan pelatihannya. Insyaallah dananya akan didukung oleh BAZNAS,” jelasnya.

Persiapkan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Selain penguatan kegiatan keagamaan, Kang DS juga menekankan bahwa MUI memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia umat Islam.
Menurutnya, MUI harus aktif menggelar kajian dan memberikan panduan keagamaan terhadap berbagai persoalan masyarakat desa, agar umat tidak tertinggal dalam menghadapi era Indonesia Emas 2045.

“Apabila umat Muslim tidak berfokus pada pengembangan modal insani yang kompeten, risiko termarjinalkan dalam persaingan global akan semakin besar. Karena itu, MUI harus berperan dalam edukasi dan pembinaan di semua lini,” katanya.

Apresiasi terhadap Koperasi MUI

Dalam kesempatan itu, Kang DS juga mengapresiasi langkah MUI Kabupaten Bandung yang telah membentuk koperasi sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat.
Ia bahkan mendorong agar koperasi tersebut bisa berkembang dan berkontribusi dalam berbagai program pemerintah daerah.

“MUI bisa mandiri dengan koperasinya sendiri. Bahkan, ke depan koperasi MUI bisa menjadi salah satu pemasok dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). MUI harus punya daya saing dan kemandirian ekonomi,” ucapnya.

Harapan untuk Kaderisasi Ulama

Menutup sambutannya, Kang DS berharap agar program kaderisasi ini mampu melahirkan para ulama dan kader desa yang memahami tata cara pemulasaraan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

“Saya ingin setelah pelatihan ini, tidak ada lagi kesalahan dalam memandikan, mengkafani, atau menguburkan jenazah. Ini kewajiban umat Islam, dan MUI Desa harus menjadi garda terdepan dalam membimbing masyarakat,” pungkasnya.***“Bupati Bandung Dorong Kaderisasi Ulama Berbasis Desa, Perkuat Peran MUI dalam Pembinaan Umat”

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less