Poland Festival 2025 Dorong Kolaborasi Game Kreatif Indonesia–Polandia
- account_circle Doni
- calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
- visibility 336
- comment 0 komentar
- print Cetak

Poland Festival 2025 di Bandung memperkuat kolaborasi Indonesia–Polandia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, inplusnews.com, “Poland Festival 2025 Dorong Kolaborasi Game Kreatif Indonesia–Polandia” – Poland Festival 2025 menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri game kreatif di Indonesia. Kegiatan Gaming Roadshow Symposium yang digelar di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda, Kota Bandung, Senin (13/10/2025), sekaligus menandai 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Polandia.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Poland Festival ASEAN 2025, hasil kolaborasi antara Polish Investment and Trade Agency (PAIH), Kedutaan Besar Polandia di Jakarta, serta Gamecomm Indonesia. Tujuan utamanya adalah mempertemukan para pemimpin industri, akademisi, dan kreator digital dari kedua negara untuk membahas potensi kolaborasi di bidang ekonomi kreatif, pendidikan game, dan inovasi lintas budaya.
Poland Festival 2025 Mempertemukan Pemimpin Industri Game Kedua Negara di Bandung
Beberapa narasumber yang hadir di antaranya:
-
Jacek Kolomyjec, Deputy Head of Office PAIH Jakarta
-
Sere Kalina, Co-Founder & CEO Gamecomm Indonesia
-
Dr. Iendra Sofyan, ST., M.Si., Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
-
Gabriela Siemienkowicz, Head of Communication 11Bit Studios
-
Bartosz Kwietniewski, Head of Business Development GOG (CD PROJEKT Group)
Simposium di Bandung merupakan bagian dari Poland–Indonesia Gaming Roadshow 2025, program multikota yang mempromosikan kepemimpinan Polandia dalam industri game global dan memperkuat kerja sama kreatif di Asia Tenggara.
Rangkaian acaranya meliputi:
-
Bali: Gaming Symposium & Polish Pavilion di IGDX (10–11 Oktober 2025)
-
Bandung: Gaming Roadshow Symposium (13 Oktober 2025)
-
Jakarta: Digital Innovation Summit (14 Oktober 2025)

Simposium ini dorong talenta digital dan inovasi lintas budaya.
Game Sebagai Media Pertukaran Budaya
Deputy Head of Office PAIH Jakarta, Jacek Kolomyjec, menilai kegiatan di Bandung menjadi forum strategis bagi kerja sama antara studio game, universitas, dan komunitas kreator digital.
“Game bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana pertukaran budaya dan pemberdayaan generasi muda,” ujar Jacek.
Ia menambahkan, Polandia saat ini menjadi salah satu pasar game paling progresif di Eropa. “Kami ingin berbagi pengalaman dengan Indonesia, yang memiliki potensi besar dan kreativitas tinggi. Roadshow ini diharapkan dapat membangun jembatan kolaborasi baru yang berdampak global,” tuturnya.
Jawa Barat Siap Jadi Pusat Talenta Digital Game Kreatif
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dr. Iendra Sofyan, menyambut baik penyelenggaraan simposium ini. Menurutnya, Jawa Barat telah lama dikenal sebagai pusat pendidikan dan kreativitas.
“Kehadiran Poland–Indonesia Gaming Roadshow di Bandung menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun talenta digital dan memperkuat kerja sama internasional di sektor ekonomi kreatif,” jelas Iendra.
Ia menjelaskan, dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada, tiga di antaranya—fashion, kuliner, dan kriya—telah berkembang pesat di Jawa Barat. Sementara subsektor game dan aplikasi digital masih memiliki potensi besar untuk tumbuh, terutama dari sisi investasi.
“Aktivitas di sektor game memang belum sepadat fashion atau kuliner, tetapi nilai investasinya justru lebih tinggi. Karena itu, penting bagi pemerintah daerah untuk memberi ruang dan kebijakan yang mendukung,” tambahnya.
Iendra juga menegaskan pentingnya mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta game dan aplikasi. “Dengan begitu, mereka dapat menjadikan kreativitasnya sebagai sumber pendapatan dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.
Belajar dari Industri Game Polandia
Sementara itu, Sere Kalina, Co-Founder & CEO Gamecomm Indonesia, mengungkapkan bahwa roadshow ini menghadirkan dua perwakilan perusahaan game ternama asal Polandia, yakni Gabriela Siemienkowicz dari 11Bit Studios dan Bartosz Kwietniewski dari GOG.com.
“Kehadiran mereka memberi kesempatan bagi pelaku industri lokal untuk belajar langsung dari pengalaman profesional yang sudah mapan di pasar global,” kata Sere.
Menurutnya, salah satu tantangan besar industri game Indonesia bukan pada kualitas ide atau desain, tetapi pada strategi pemasaran.
“Kita punya banyak ide kreatif, tapi sering kali kurang kuat di sisi promosi dan strategi penjualan. Padahal, game bagus pun tidak akan dikenal tanpa pemasaran yang tepat,” jelasnya.
Sere juga menyoroti pendekatan tematik dari 11Bit Studios, yang dikenal berani mengangkat isu sosial dan kemanusiaan.
“Salah satu game mereka, This War of Mine, bahkan dijadikan materi pembelajaran di sekolah di Polandia untuk menanamkan nilai empati dan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia berharap, para pengembang Indonesia bisa terinspirasi untuk mengangkat cerita rakyat, sejarah, dan nilai budaya lokal dalam karya mereka.
“Dengan kekayaan budaya dan tradisi yang kita miliki, Indonesia berpotensi besar menghadirkan game yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memperkenalkan jati diri bangsa ke dunia,” tutup Sere Kalina.***“Poland Festival 2025 Dorong Kolaborasi Game Kreatif Indonesia–Polandia”
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi


