Upacara HUT ARMED Ke 80 Di Pusdik Armed Cimahi

Upacara HUT ARMED Ke 80 Di Pusdik Armed Cimahi

Peringatan HUT Armed ke-80 jadi momentum refleksi dan modernisasi TNI. Satuan Artileri Medan memasuki era teknologi tinggi dan kesiapsiagaan nasional.

Kota Cimahi, Inplusnews.com, “HUT Armed ke-80: Peringatan Khidmat, Modernisasi Alutsista, dan Transformasi Besar Satuan Artileri Medan” – Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Artileri Medan (Armed) ke-80 digelar dengan penuh khidmat, menghadirkan jajaran TNI, Polri, unsur Muspida, serta perwakilan satuan Armed dari 27 wilayah di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Danpussenarmed Mayjen TNI Budi Eko Mulyono, S.Sos., M.M., CHRM, menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir, baik secara langsung maupun yang mengikuti dari daerah masing-masing. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kerja sama semua pihak.

Mayjen Budi Eko juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam proses persiapan acara, mulai dari distribusi undangan hingga koordinasi kegiatan. Ia menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan HUT Armed digelar dalam dua rangkaian acara terpisah. Namun, pada tahun ini seluruh kegiatan sengaja disatukan untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan di lingkungan Artileri Medan.

Danpussenarmed Mayjen Tni Budi Eko Mulyono Saat Sambutan
Danpussenarmed Mayjen TNI Budi Eko Mulyono, S.Sos., M.M., CHRM, Saat Sambutan

Momentum Refleksi Perjalanan Panjang Armed

Dalam amanatnya, Danpussenarmed menegaskan bahwa peringatan HUT Armed bukan sekadar seremonial rutin. Peringatan ini menjadi ruang refleksi untuk mengenang kontribusi para pendiri, senior, dan prajurit Armed yang telah mengabdikan tenaga, jiwa, bahkan nyawa untuk menjaga kehormatan bangsa.

“Tradisi disiplin dan kehormatan tetap menjadi pondasi utama kami,” tegasnya dalam upacara yang berlangsung di Pusdik Armed, Kamis (4/12/2025).

Nilai-nilai tersebut, katanya, terus dipertahankan dan diselaraskan dengan perkembangan teknologi serta perubahan karakter peperangan modern.

Danpussenarmed Photo Bersama Penerima Brivet
Danpussenarmed Photo Bersama Penerima Brivet

Armed Memasuki Era Modernisasi dan Transformasi Teknologi Tinggi

Mayjen Budi Eko menegaskan bahwa satuan Armed kini memasuki fase modernisasi besar-besaran dengan fokus pada teknologi tinggi, sistem kendali digital, serta adaptasi terhadap operasi multi-domain. Menurutnya, peran Artileri Medan terus berevolusi mengikuti dinamika ancaman global.

“Armed bukan lagi sekadar elemen bantuan tembakan, melainkan unsur utama yang menentukan jalannya operasi,” tegasnya.

Transformasi tersebut mencakup pengembangan kemampuan strategis, di antaranya:

  • Penguatan doktrin tembakan berlapis menggunakan meriam kaliber 76 mm, 105 mm, hingga 155 mm untuk mendukung operasi taktis dan operasional.
  • Integrasi sistem sensor to shooter untuk meningkatkan presisi serangan.
  • Pemanfaatan drone survei untuk koreksi tembakan dan pengawasan area operasi.
  • Pengembangan kemampuan ground-to-surface untuk menghadapi ancaman dari darat maupun laut.

Ia juga menyinggung rencana peningkatan kemampuan serangan jarak jauh, termasuk penggunaan sistem misil jarak menengah hingga lebih dari 300–1000 km.

“Dengan kemampuan ini, operasi dapat menjangkau dari Cimahi hingga Aceh atau Papua,” ujarnya.

Danpussenarmed Melaksanakan Pemotongan Tumpeng Ulang Tahun Armed Ke 80
Danpussenarmed Melaksanakan Pemotongan Tumpeng Ulang Tahun Armed Ke 80

Penguatan Gelar Kekuatan dan Pembentukan Satuan Rudal Baru

Dalam konsep gelar kekuatan, Armed akan memperkuat struktur pertahanannya melalui pembentukan satuan-satuan rudal baru di 14 titik strategis, mulai dari Banda Aceh, Riau, Lampung, Jakarta, hingga Papua.

Untuk mendukung rencana tersebut, persiapan sumber daya manusia turut dilakukan, terutama bagi perwira berpangkat mayor hingga kolonel yang akan ditempatkan pada jabatan-jabatan strategis di satuan baru tersebut.

Modernisasi untuk Pertahanan, Bukan Invasi

Menutup sambutannya, Mayjen Budi Eko menekankan bahwa seluruh program modernisasi dan peningkatan kemampuan Armed tidak dimaksudkan sebagai langkah ofensif atau invasi, melainkan wujud kesiapsiagaan pertahanan nasional menghadapi berbagai potensi ancaman.***“HUT Armed ke-80: Peringatan Khidmat, Modernisasi Alutsista, dan Transformasi Besar Satuan Artileri Medan”