APJI Jabar Gelar Pelatihan Food Safety & Dapur Sehat MBG, BGN Apresiasi Inisiatif Mandiri
- account_circle Doni
- calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
- visibility 175
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pelatihan Food Safety
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, inplusnews.com, “APJI Jabar Gelar Pelatihan Food Safety & Dapur Sehat MBG, BGN Apresiasi Inisiatif Mandiri” – Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) DPD Jawa Barat menyelenggarakan rangkaian kegiatan Food Safety dan Tata Kelola Dapur Sehat MBG yang berlangsung selama dua hari, 3–4 Oktober 2025, di Hotel Holiday Inn, Jalan Pasteur, Bandung. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta melibatkan para stakeholder dan mitra strategis program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Acara ini meliputi pelatihan food handling, manajerial dapur sehat, hingga forum group discussion (FGD) yang menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya. Lebih dari 500 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), ahli gizi, chef lapangan, mitra penyelenggara, hingga masyarakat umum.

Wakil Kepala BGN, Brigjen Pol Sony Sonjaya, S.I.K.
APJI Jabar Gelar Pelatihan Food Safety & Dapur Sehat MBG: BGN Apresiasi Inisiatif Mandiri Mitra di Jawa Barat
Wakil Kepala BGN, Brigjen Pol Sony Sonjaya, S.I.K., dalam wawancara menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif APJI dan mitra di Jawa Barat yang berperan aktif dalam memperkuat sistem keamanan pangan di dapur sehat MBG.
“Yang pertama, saya mengapresiasi dan berterima kasih atas inisiatif dari mitra-mitra yang melakukan pelatihan secara mandiri. Memang BGN melaksanakan pelatihan untuk para penjamah makanan, namun mitra di Jawa Barat sudah berinisiatif melaksanakan hal ini secara kolektif. Ini sangat positif,” ujarnya.
Brigjen Sony menambahkan, pelatihan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi relawan penjamah makanan. Selain itu, pelatihan juga mendukung proses sertifikasi laik hygiene dan sanitasi yang kini menjadi syarat wajib, sesuai surat edaran terbaru dari Menteri Kesehatan.
“Surat edaran sudah terbit dan memberikan batas waktu maksimal satu bulan kepada sepuluh SPPG, baik yang beroperasi maupun akan beroperasi, untuk memperoleh sertifikat kelayakan. Pelatihan ini menjadi langkah konkret agar syarat tersebut dapat segera dipenuhi,” ungkapnya.

Muhammad Nabawi – Kepala SPPG Sukajadi Bandung (Peserta Pelatihan)
Suara Lapangan: Pengalaman Kepala SPPG Sukajadi
Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Nabawi, Kepala SPPG Sukajadi, menegaskan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas layanan di dapur mereka.
“Sebagai Kepala SPPG, terutama dengan adanya pelatihan ini, kami sangat terbantu. Saya bisa langsung menerapkan apa yang tadi sudah didiskusikan. Pertama, soal penjamah makanan, itu sangat penting, terutama dengan penerima manfaat yang berbeda-beda. Kami akan terus berinovasi dan meng-upgrade fasilitas dapur,” ujarnya.
Nabawi menjelaskan, sistem pengolahan makanan di dapurnya dilakukan secara bertahap (batch cooking) untuk menjaga kualitas dan kesegaran.
“Kalau di dapur saya, proses memasak bisa dimulai dari jam 11 malam hingga 12 malam. Kalau distribusi jam 8 pagi, maka kami sudah mulai memasak sejak dini hari. Sedangkan untuk sekolah siang, misalnya jam 1 atau 2 siang, kami mulai memasak sekitar jam 6 atau 7 pagi. Jadi tidak disekaliguskan, melainkan dibagi per batch,” jelasnya.
Langkah ini dilakukan agar makanan tetap fresh dan aman dikonsumsi. Setiap batch masakan juga melewati pengawasan ketat dari ahli gizi.
“Setiap pagi itu ada sampel yang diambil ahli gizi. Misalnya batch pertama diambil sampel, lalu batch berikutnya juga diambil lagi, jadi tidak bisa menggunakan sampel yang sama. Kami pastikan bahan baku bersih, tidak ada kontaminasi silang, dan semuanya dicek secara berlapis,” tambah Nabawi.
Menurutnya, kolaborasi dengan ahli gizi serta kementerian terkait menjadi kunci dalam menjaga standar dapur sehat MBG di lapangan.

Hasil FGD Pun Diserahkan Langsung Kepada Wakil Kepala BGN.
Penyerahan Hasil FGD kepada BGN
Sebagai penutup kegiatan, APJI Jawa Barat secara resmi menyerahkan hasil rumusan FGD kepada Wakil Kepala BGN, Brigjen Pol Sony Sonjaya. Dokumen tersebut berisi rekomendasi teknis mengenai standar dapur sehat, pola pelatihan berkelanjutan, serta strategi kolaborasi dengan stakeholder untuk memperkuat ekosistem MBG di Jawa Barat.
Penyerahan hasil FGD ini menjadi simbol komitmen bersama antara APJI, mitra pelaksana, dan BGN dalam mewujudkan dapur sehat yang higienis, aman, dan berkelanjutan.
Dorong Standar Dapur Sehat Nasional
APJI DPD Jawa Barat menegaskan, pelatihan ini bukan hanya sekadar pemenuhan regulasi, tetapi juga bagian dari gerakan nasional untuk membangun dapur sehat, aman, dan berkualitas. Dengan dukungan BGN, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi role model bagi daerah lain dalam memperkuat pelaksanaan program MBG.
Kehadiran ratusan peserta lintas profesi menunjukkan antusiasme tinggi dalam memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan untuk anak-anak sekolah memenuhi standar gizi dan keamanan.***“APJI Jabar Gelar Pelatihan Food Safety & Dapur Sehat MBG, BGN Apresiasi Inisiatif Mandiri”
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi
- Sumber: Liputan


