Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keagamaan » Kajian Ilmu & Aksi Nyata: MT Al-Jabbar 86 Tegaskan Komitmen Cinta Ilmu dan Kepedulian Sosial

Kajian Ilmu & Aksi Nyata: MT Al-Jabbar 86 Tegaskan Komitmen Cinta Ilmu dan Kepedulian Sosial

  • account_circle Doni
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 256
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, inplusnews.com – Majelis Taklim Al-Jabbar 86 kembali menunjukkan eksistensinya bukan sekadar sebagai tempat menimba ilmu agama, tetapi juga sebagai wadah untuk menumbuhkan semangat berbagi dan empati terhadap sesama. Dalam kajian rutin yang berlangsung di kawasan Dago, Sabtu, 19 Juli 2025. Ratusan jamaah hadir untuk menyimak ceramah Ustadz Abu Haidar As-Sundawy sekaligus menyalurkan bantuan bagi anak-anak yatim, piatu, dan kaum dhuafa.

Mengangkat tema “Dosa Besar yang Dianggap Biasa”, Ustadz Abu Haidar menekankan betapa pentingnya menjaga diri dari dosa riba yang kian marak dalam kehidupan modern. “Hari ini kita terkepung oleh berbagai bentuk riba. Dari pinjaman, bank, hingga jual beli yang kerap mengandung unsur riba. Padahal Allah SWT telah menegaskan bahwa pelaku riba itu seperti mengajak perang dengan Allah dan Rasul-Nya,” tegas beliau dalam tausiyahnya.

Ustadz Abu Haidar As Sundawy – Ulama Penceramah (Baju Putih) didampingi Ketua MT Al-Jabbar 86 – Dr. Andri Wilman
(Baju Biru).

Beliau juga mengingatkan bahwa riba bukan sekadar dosa besar, tetapi mampu menghapus berbagai kebaikan. “Bertakwalah kepada Allah, maka Allah akan beri solusi dan rezeki dari arah yang tidak disangka. Hindari riba sebisa mungkin, demi menjaga keberkahan hidup kita,” lanjutnya.

Ilmu dan Sedekah: Jalan Menuju Keberkahan

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pencerahan spiritual, tetapi juga menggugah kepedulian sosial. Para jamaah secara kolektif menggalang dan menyalurkan bantuan berupa sembako untuk puluhan anak yatim dan dhuafa. Suasana haru terasa saat para anak menerima bantuan dengan senyum penuh syukur.

Salah satu orang tua santri yatim yang menerima bantuan mengungkapkan, “Sudah empat tahun kami dibina dan disantuni. Anak-anak diajak tamasya, diberi motivasi, bahkan hadiah. Ini luar biasa. Kami merasa dihargai dan diperhatikan.”

Dukungan untuk Palestina Tak Pernah Putus

Tak hanya fokus pada kebutuhan lokal, MT Al-Jabbar 86 juga konsisten dalam misi kemanusiaan global, termasuk dukungan untuk Palestina. Hanna, seorang mahasiswa asal Gaza yang sedang menempuh studi di Indonesia, memberikan gambaran pilu mengenai situasi terkini di tanah kelahirannya.

Hanna Mahasiswa Asal Palestina Yang Sedang Kuliah Di Indonesia

“Di Gaza hari ini orang tidak hanya takut pada bom, tapi juga kelaparan. Makanan mahal dan langka, bahkan orang kaya pun tak bisa beli. Mereka sulit tidur, takut karena bom, dan perut lapar,” tutur Hanna dengan suara bergetar.

Ridwan, perwakilan Yayasan Amal Palestina yang bekerja sama dengan MT Al-Jabbar, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi yang terus mengalir. “Kami saksikan bahwa Majelis Taklim Al-Jabbar sangat istiqomah. Bantuan mereka menyasar kebutuhan paling dasar—dari makanan, sumur, hingga pembangunan masjid darurat. Langkah kecil ini menjadi penguat bagi warga Gaza yang terus berjuang di tengah genosida,” jelasnya.

Ridwan Perwakilan Yayasan Amal Palestina

Majelis yang Merangkul Semua

Salah satu pengurus MT Al-Jabbar 86 menegaskan bahwa visi majelis ini adalah menghidupkan semangat belajar sambil beramal. “Sejatinya ilmu itu harus melahirkan amal. Kami ingin membentuk jamaah yang cerdas spiritual, sekaligus peka sosial,” ujarnya.

Ibu-Ibu Member MT Al Jabbar 86

Para ibu-ibu member MT Al-Jabbar pun mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terbangun selama ini. “Semoga silaturahmi ini terus kuat dan berkah. Ilmu yang kita dapat jadi penerang hidup,” ucap salah seorang ibu jamaah.

Dari Yayasan Pondok Samiyah Amal Insani, perwakilannya menyampaikan bahwa selama empat tahun terakhir mereka menjadi bagian dari keluarga besar Al-Jabbar. “Anak-anak kami rutin disantuni. Saat ibadah dan kegiatan keislaman, mereka diberikan motivasi, bahkan hadiah. Kami berdoa semoga MT Al-Jabbar terus istiqomah dan jadi wasilah kebaikan untuk banyak orang,” katanya penuh haru.

Ibu Perwakilan Yayasan Pondok Samiyah Amal Insani

Ilmu yang Menghidupkan Amal

MT Al-Jabbar 86 membuktikan bahwa majelis taklim dapat menjadi episentrum perubahan sosial. Tidak hanya membahas akidah dan fiqih, tetapi juga menjadi sumber harapan bagi mereka yang membutuhkan. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga kemanusiaan dan tokoh masyarakat, menunjukkan bahwa keberkahan bisa diraih melalui ilmu yang diterapkan dalam aksi.

Semoga semangat ini terus membesar, menular ke berbagai penjuru, dan menjadikan kita bagian dari solusi atas krisis kemanusiaan dan spiritual yang sedang melanda umat.

  • Penulis: Doni
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less