Lautan Manusia di CFD Soreang, 4.000 Warga Kabupaten Bandung Sukseskan Gerakan GEMAR
- account_circle admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gelorakan Gaya Hidup Sehat, Dispora Kabupaten Bandung Gelar Aksi GEMAR di Al Fathu
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAB. BANDUNG, inplusnews.com – Jalan Raya Al Fathu, Soreang, berubah menjadi lautan manusia pada Minggu pagi (21/6/2026). Sekitar 4.000 warga memadati kawasan Car Free Day (CFD) tersebut untuk berpartisipasi dalam program Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR).
Aksi massal ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), yang berkolaborasi langsung dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Selain mengampanyekan urgensi kebugaran fisik, agenda ini dirancang strategis untuk mendongkrak geliat ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Kepala Dispora Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, yang hadir mewakili Bupati Bandung Dadang Supriatna, menjelaskan bahwa program GEMAR merupakan stimulus penting untuk mengikis gaya hidup sedentari di kalangan masyarakat. Pemerintah ingin olahraga tidak lagi dianggap berat, melainkan diadopsi sebagai rutinitas harian yang menyenangkan.
“Ini adalah langkah konkret sinergi pusat dan daerah untuk mengedukasi warga agar konsisten melakukan aktivitas fisik. Kami berharap momentum GEMAR hari ini menjadi pemantik lahirnya budaya hidup sehat yang mengakar di tengah masyarakat Kabupaten Bandung,” ujar Dicky di sela-sela kegiatan.
Kemeriahan acara di koridor CFD Al Fathu ini diisi dengan beragam lini kegiatan edukatif dan inklusif. Di antaranya adalah gebyar senam bugar massal, pembukaan zona aktivasi olahraga tradisional/budaya, serta optimalisasi pemanfaatan ruang terbuka publik untuk berbagai komunitas olahraga masyarakat.
Menariknya, esensi CFD kali ini diperluas fungsinya. Tidak sekadar menjadi arena olahraga bebas polusi, Dispora juga mengintegrasikan klaster pameran produk UMKM, pertunjukan seni budaya Sunda, hingga posko pelayanan publik terpadu dari berbagai instansi pemerintah.
“Masyarakat yang datang bisa memanfaatkan fasilitas secara gratis. Mulai dari cek kesehatan dasar, hingga pengurusan administrasi kependudukan seperti cetak KTP elektronik, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, kematian, hingga Identitas Kependudukan Digital (IKD),” urai Dicky.
Tak hanya itu, bursa layanan di lokasi CFD juga memfasilitasi para pencari kerja melalui pembuatan kartu AK-1 serta aktivasi aplikasi GBK Bedas Digital. Bagi para pelaku usaha, tersedia gerai berbantuan sistem Online Single Submission (OSS) untuk menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara instan, ditambah kehadiran armada Samsat Keliling untuk pembayaran pajak kendaraan.
Menurut Dicky, konsep penggabungan ini terbukti efektif meningkatkan kebahagiaan warga sekaligus mendekatkan akses birokrasi kepada masyarakat dalam suasana yang rekreatif.
“Kawasan bebas kendaraan bermotor ini adalah ruang milik warga. Melalui gerakan ini, kami ingin membuktikan bahwa menjaga kebugaran itu murah, mudah, dan bisa dilakukan bersama-sama secara aman,” pungkasnya sembari mengajak seluruh elemen daerah untuk terus berkomitmen mewujudkan masyarakat yang produktif, aktif, dan bugar.***
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar