Peringati Maulid Nabi, Yayasan DTQA Katapang Sajikan Kabaret Islami Hindun binti Utbah
- account_circle Doni
- calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
- visibility 111
- comment 0 komentar
- print Cetak

Yayasan DTQA Katapang Peringati Maulid Nabi 2025 dengan Drama Hindun binti Utbah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAB. Bandung, inplusnews.com – Yayasan Daarut Ta’limul Qur’an Al-Jamil (DTQA) Katapang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M dengan cara yang berbeda dan penuh makna. Selain tausiah keagamaan, acara ini dimeriahkan dengan pementasan kabaret berjudul Drama Hindun binti Utbah yang ditampilkan oleh para santri dan santriwati.
Pementasan kabaret ini mengangkat kisah klasik tentang perjalanan tokoh Hindun binti Utbah, sosok istri Abu Sufyan yang pada masa awal Islam dikenal sebagai penentang Rasulullah SAW. Melalui alur cerita dan peran yang kuat, drama ini mengajarkan nilai sejarah, hikmah, dan pesan moral bagi jamaah yang hadir.
Pemeran dan Kostum
Para santri tampil dengan penuh penghayatan mengenakan kostum serba hitam yang menambah nuansa dramatis. Tokoh Hindun diperankan oleh Kania, dengan busana gamis hitam, kerudung, tudung, mahkota, serta cadar yang menegaskan karakter utama.
Peran lain yang turut memeriahkan antara lain:
-
Para Pelayan Hindun: Nursholihat, Risa, Pina, Sagita, Ceisya, dan Amara dengan gamis hitam dan tudung denim.
-
Wahsyi (pemegang tombak): diperankan oleh Suci, mengenakan gamis hitam, syal merah, serta iket kepala.
-
Kaum Quraisy: dimainkan oleh Sania, Salma, Syinsyin, dan Siti Julia dengan tudung maroon.
-
Kaum Muslimin: lebih dari 10 orang, termasuk Suci, Siti, Heidi, dan Fina dengan tudung putih.
-
Hamzah (dibunuh dalam perang Uhud): diperankan oleh Amel dengan syal putih.
-
Abu Sufyan (suami Hindun): diperankan oleh Jihan dengan abaya hitam, kerudung, dan sorban.

Kreativitas Santri dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Pesan Dakwah dalam Seni
Pementasan ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi untuk mengingat kembali perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat. Melalui tokoh Hindun, jamaah diajak merefleksikan perjalanan manusia dari kebencian menuju hidayah, serta pentingnya nilai pemaafan dalam Islam.
Salah satu pemeran dalam kabaret, Amara Latiefah Fasya, menyampaikan bahwa drama ini merupakan wujud semangat santri untuk berdakwah melalui seni.
“Drama ini adalah cara kami belajar sejarah Islam sekaligus menyampaikan pesan Maulid Nabi dengan lebih kreatif. Semoga jamaah bisa mengambil hikmah dari kisah ini, khususnya tentang keteguhan iman dan kasih sayang Rasulullah,” ungkap Amara.
Antusiasme Jamaah
Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah. Ratusan jamaah, baik santri, wali santri, maupun masyarakat sekitar, tampak antusias menyaksikan kabaret tersebut. Tidak sedikit yang meneteskan air mata saat adegan wafatnya Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah SAW, diperankan dengan penuh penghayatan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 di DTQA Katapang ini menjadi bukti bahwa dakwah bisa disampaikan dengan berbagai cara, termasuk melalui seni peran yang sarat nilai edukatif dan religius.
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi


