Kota Bandung Raih Penghargaan ASEAN Berkat Keberhasilan Kelola Air Bersih
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
- visibility 88
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, inplusnews.com – Kota Bandung kembali menorehkan prestasi internasional dalam bidang lingkungan hidup. Pada ajang The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award dan 5th Certificates of Recognition (CoR) yang digelar di Langkawi, Malaysia, 2–3 September 2025, Bandung berhasil menyabet penghargaan Clean Water for Big Cities.
Penghargaan prestisius ini diumumkan dalam rangkaian 18th ASEAN Ministerial Meeting on The Environment (AMME) yang dihadiri menteri lingkungan hidup dari seluruh negara ASEAN, pejabat senior, organisasi internasional, hingga perwakilan kota penerima penghargaan.
Selain Bandung, kota dan kabupaten lain dari Indonesia yang turut membawa pulang penghargaan antara lain Kota Malang, Kota Padang, Kabupaten Ciamis, serta Kabupaten Banyumas.
Komitmen ASEAN untuk Kota Ramah Lingkungan
Program ESC dan CoR yang sudah berlangsung sejak 2008 merupakan inisiatif ASEAN untuk mendorong kota-kota di Asia Tenggara agar lebih peduli pada kebersihan lingkungan, kelestarian alam, serta keberlanjutan kota.
Tahun ini, penghargaan diberikan kepada 10 kota penerima ESC Award dan 19 kota penerima CoR, dengan lima kategori utama: Clean Air, Clean Land, Clean Water, Urban Biodiversity & Green Spaces, serta Circular Economy.
Khusus Kota Bandung, keberhasilan meraih penghargaan Clean Water for Big Cities didasarkan pada konsistensi dalam penyediaan air bersih, kapasitas distribusi, pengelolaan sumber daya air, program konservasi, serta edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga air.

Muhammad Farhan Wali Kota Bandung
Akses Air Bersih Bagi Warga Bandung
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diraih.
“Bandung merasa terhormat terpilih sebagai kota berkelanjutan yang ramah lingkungan. Saya bangga memperkenalkan Bandung sebagai pusat kreativitas di Cekungan Bandung yang menjadi rumah bagi lebih dari 2,5 juta jiwa,” ujar Farhan.
Ia menambahkan, saat ini 91,68% penduduk Bandung telah memiliki akses terhadap air minum aman, sementara 82,55% rumah tangga terlayani pengelolaan air domestik yang menjaga sumber air dari pencemaran.
“Air adalah sumber kehidupan. Karena itu, sejak dini kami menanamkan nilai konservasi melalui pendidikan di sekolah agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan,” tegasnya.
Konsistensi Raih Pengakuan Internasional
Penghargaan dari ASEAN ini bukanlah yang pertama bagi Bandung. Sebelumnya, kota kembang sudah mendapat pengakuan di tingkat dunia melalui Circular City World 2024, serta berbagai penghargaan nasional dalam bidang inovasi sanitasi berkelanjutan dan pembiayaan sektor air.
“Bandung akan terus melangkah maju membangun kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Tidak hanya untuk warga Bandung, tetapi juga untuk Indonesia dan dunia,” tutup Farhan.
Prestasi ini menegaskan bahwa Bandung tidak hanya dikenal sebagai kota kreatif, tetapi juga teladan dalam tata kelola lingkungan perkotaan. Keberhasilan menjaga kualitas air bersih di tengah tantangan urbanisasi dan perubahan iklim menjadi kebanggaan bagi warga Bandung sekaligus Indonesia.
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi
- Sumber: Diskominfo Kota Bandung


