Bupati Bandung Percepat Operasional Koperasi Merah Putih, Target Berjalan September 2025
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
- visibility 164
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabupaten Bandung, inplusnews.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang DS, terus menggenjot percepatan operasional Koperasi Merah Putih pasca peluncurannya di wilayah Kabupaten Bandung.
Langkah konkret yang diambil adalah menggelar konsolidasi dan sosialisasi bersama para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan pengurus Koperasi Merah Putih khusus di daerah pemilihan (dapil) 2 yang mencakup Kecamatan Katapang, Margahayu, Margaasih, dan Dayeuhkolot.
Menurut Kang DS, metode per dapil lebih efektif dibanding mengundang seluruh kepala desa se-Kabupaten Bandung secara bersamaan.
“Saya ingin percepatan operasional ini benar-benar berjalan. Jangan sampai koperasi sudah dibentuk, tapi tidak aktif,” ujar Kang DS dalam pertemuan di Ruang Rapat Setda, Senin (11/8/2025).
Instruksi Presiden dan Target Waktu
Sebagai Ketua Satgas Koperasi Merah Putih Kabupaten Bandung, Kang DS menegaskan bahwa pihaknya menjalankan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 untuk mempercepat pembentukan dan operasional koperasi tersebut.
“Presiden Prabowo menargetkan koperasi ini harus aktif pada bulan September. Itu juga target saya,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal ini, para camat di 31 kecamatan diminta segera melakukan pendampingan intensif mulai dari penyusunan rencana usaha, rencana operasional, hingga pembuatan proposal pengajuan pinjaman ke bank. Tenggat waktu yang diberikan hanya dua minggu.

Kang DS targetkan koperasi ini berjalan September 2025
Dukungan Penuh Pemerintah
Kang DS meyakinkan para kepala desa dan pengurus koperasi bahwa pemerintah telah menyiapkan infrastruktur dan kebutuhan operasional, termasuk tujuh bidang usaha potensial yang dapat dikelola Koperasi Merah Putih:
-
Sembako – pasokan dari ID Food
-
Gas Elpiji – distribusi dari Pertamina
-
Pupuk – suplai dari PT Pupuk Indonesia
-
Beras & Bahan Pokok – dari Bulog
-
Obat-Obatan & Apotek Desa – dari Kimia Farma
-
Layanan Jasa Pengiriman – dari PT Pos Indonesia
-
Rekening Kolektif & Pelatihan Literasi Keuangan – dari Bank BRI/Himbara
Jika program ini berjalan optimal, Kang DS memproyeksikan perputaran uang hingga Rp 28 triliun di Kabupaten Bandung, yang akan mendorong PDRB, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi (LPE), menurunkan pengangguran, kemiskinan, dan stunting.
Efek Berganda dengan Program Lain
Selain Koperasi Merah Putih, program MBG (Mang Bagja Gawe) juga akan berjalan dengan 361 dapur MBG di Kabupaten Bandung.
“Dua program ini saja sudah punya efek berganda luar biasa bagi perekonomian daerah,” jelasnya.
Pengawasan dan Regulasi
Karena koperasi akan mengelola aset besar, Kang DS menegaskan akan menyiapkan regulasi khusus demi melindungi kepentingan koperasi dan pengurusnya.
Ia menegaskan tidak boleh ada korupsi, pungutan liar, atau penyelewengan dalam operasional.
“Saya akan turun langsung memeriksa jalannya koperasi ini. Semua harus dikelola dengan niat ibadah dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi


