Kabupaten Bandung Targetkan Predikat Sehat Paripurna Nasional
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 11 Agt 2025
- visibility 179
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAB. BANDUNG, inplusnews.com – Kabupaten Bandung menatap prestasi tertinggi di tingkat nasional. Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna atau akrab disapa Kang DS, membeberkan capaian dan strategi besar Pemkab Bandung untuk meraih predikat Swasti Saba Wistara Paripurna dalam ajang Verifikasi Lanjutan Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional 2026.
Paparan ini disampaikan melalui zoom meeting di Gedung Oryza Sativa, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Senin (11/8/2025). Hadir mendampingi, Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS), jajaran OPD, perwakilan Pemprov Jawa Barat, dan Kementerian Kesehatan RI. Usai pertemuan daring, Kang DS langsung hadir di lokasi untuk memimpin diskusi lanjutan.
Profil dan Tantangan Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung memiliki 31 kecamatan, 270 desa, dan 10 kelurahan, dengan jumlah penduduk 3,83 juta jiwa. Mayoritas adalah Generasi Z berusia 10–24 tahun (25,96%), dengan komposisi laki-laki 50,9% dan perempuan 49,1%.
“Di balik angka ini, ada tantangan pemerataan layanan kesehatan, infrastruktur, dan SDM yang harus kita jawab bersama,” kata Kang DS.

Perjalanan Menuju Kabupaten Bandung Sehat
Sejak 2018, Pemkab Bandung fokus menghapus Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Pada 2022–2023, seluruh desa/kelurahan telah terverifikasi ODF (Open Defecation Free).
Hasilnya, Pemkab meraih Swasti Saba Padapa (2 tatanan) di 2021, lalu Swasti Saba Wistara (9 tatanan) di 2023. Tahun ini, target tertinggi Swasti Saba Wistara Paripurna menjadi tujuan utama.
Strategi dan Inovasi di 9 Tatanan Sehat
Masyarakat Sehat Mandiri
Dari 29 indikator, 6 masih di bawah 100 poin, dipengaruhi keterbatasan tenaga kesehatan, geografis, dan jumlah penduduk. Solusi yang ditempuh antara lain regulasi daerah, pendampingan puskesmas oleh dokter spesialis, pelatihan USG, kampanye Bumil Sehat, dan optimalisasi media sosial kesehatan.
Penurunan Stunting
Program PMT, Gerakan Makan Ikan, dan CPPD menyasar keluarga berisiko stunting, balita, ibu hamil, dan remaja putri.
Penanggulangan DBD
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), edaran bupati untuk antisipasi lonjakan kasus, dan gerakan PSN 3N di berbagai wilayah.
Permukiman dan Fasilitas Umum
Akses air minum layak meningkat menjadi 90,75% pada 2024. Pengelolaan limbah di IPALD Soreang dan pemilahan sampah oleh kelompok masyarakat terus digencarkan.
Satuan Pendidikan
100% sekolah/madrasah telah menerapkan Sekolah Ramah Anak dan UKS/M.
Pasar Sehat dan Inovasi Digital
Pengelolaan sampah berbasis 3R, serta inovasi seperti Si Pintar Online dan Sibapokting. Pasar Soreang bahkan meraih predikat Pasar Inspiratif dari Kemendag RI.
Tatanan Lain Penunjang Kesehatan
Termasuk perkantoran, industri, pariwisata sehat, lalu lintas, perlindungan sosial, dan penanggulangan bencana.

Komitmen Menuju Swasti Saba Wistara Paripurna
Kang DS menegaskan, “Sehat itu bukan sekadar bebas penyakit, tapi masyarakat mandiri menjaga kualitas hidup. Itu yang kita kejar.”
Dengan kolaborasi lintas sektor, inovasi digital, dan dukungan masyarakat, Pemkab Bandung optimis meraih predikat Kabupaten Sehat Paripurna dan menjadi contoh nasional dalam pembangunan berkelanjutan berbasis kesehatan.
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi

