Film Cahaya untuk Ibu: Kisah Haru Anak Pantai Santolo, Segera Tayang 11 September 2025
- account_circle Doni
- calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
- visibility 118
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung, inplusnews.com – Triduta Film kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Cahaya untuk Ibu”, sebuah film drama keluarga yang mengangkat kisah haru perjuangan seorang anak yatim piatu bernama Asih (diperankan Sabhana Pradiva). Film ini mengambil lokasi syuting di Pantai Santolo Garut dan Kota Tasikmalaya, dengan dukungan penuh dari DeMode.
Cerita berawal dari hilangnya ayah Asih yang tak kunjung pulang setelah melaut. Sejak saat itu, Asih kecil selalu setia menatap laut setiap sore, menanti kepulangan sang ayah. Namun ujian berat belum berhenti. Sang ibu (Adnovia) divonis gagal ginjal, sehingga Asih harus berjuang sendirian mencari nafkah dengan menjual ikan dan rumput laut, sekaligus merawat ibunya yang sakit.
Kehilangan demi kehilangan akhirnya harus Asih rasakan. Saat hendak makan bersama, ibunya tak pernah lagi bangun untuk selamanya. Dalam duka mendalam, Asih tetap berusaha bangkit. Hingga suatu sore ia menemukan sebuah ponsel di tepi pantai, yang mempertemukannya dengan sosok misterius di seberang telepon. Dari situlah Asih menemukan teman baru yang menemaninya lewat suara, menjadi cahaya kecil dalam kesendiriannya.
Film ini juga dibintangi sejumlah aktor dan aktris nasional berbakat seperti Ricky Perdana, Dede Satria, Nerissa, Denise Strickland, Sultan Nafisa, Cassandra, dan deretan talenta muda dari Tasikmalaya.

Sutradara sekaligus penulis skenario Tubagus Deddy (Ancika 1995, Koboy Kampus, Jenderal Soedirman)
Menurut Sutradara sekaligus penulis skenario Tubagus Deddy (Ancika 1995, Koboy Kampus, Jenderal Soedirman), film ini merupakan karya micro budget yang lahir dari semangat para talenta lokal dan tim produksi kecil.
“Meskipun sederhana, kami ingin menghadirkan pesan moral yang kuat: tentang semangat, ketegaran, dan janji seorang anak kepada ibunya. Film ini adalah persembahan hati, bukan sekadar tontonan,” ujar Tubagus.

Direktur Triduta Film Rudi Rukman
Direktur Triduta Film Rudi Rukman menambahkan bahwa Cahaya untuk Ibu adalah bukti nyata komitmen Triduta dalam mengangkat kisah-kisah lokal yang sarat makna.
“Film ini bukan hanya tentang perjuangan Asih, tetapi juga tentang semangat kebersamaan para talenta daerah yang berani tampil di layar lebar. Kami berharap karya ini bisa menjadi inspirasi sekaligus mengangkat potensi kreatif daerah,” kata Rudi.
Film Cahaya untuk Ibu dijadwalkan mulai tayang di bioskop jaringan sams studio dan jaringan bioskop lainnya pada 11 September 2025.
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi


