KDS Usulkan 10 Proyek Infrastruktur Strategis ke Kementerian PU
- account_circle Doni
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 56
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, inplusnews.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah proaktif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menggelar audiensi khusus dengan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, di Jakarta pada Senin (4/5/2026). Pertemuan ini fokus pada sinkronisasi program daerah dengan visi pembangunan pusat demi mengatasi persoalan klasik seperti banjir dan kemacetan.
Sinkronisasi Program 608
Dalam pemaparannya, Bupati yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS) ini menekankan pentingnya penerapan konsep 608 yang diusung Kementerian PU. Target ini mencakup:
- ICOR di bawah 6: Mencapai efisiensi investasi pembangunan.
- Kemiskinan 0%: Menghapus angka kemiskinan ekstrem melalui aksesibilitas.
- Pertumbuhan Ekonomi 8%: Mendorong akselerasi ekonomi melalui infrastruktur penunjang.
“Kabupaten Bandung adalah gerbang utama Jawa Barat bagian selatan sekaligus pusat industri nasional. Sinkronisasi ini harga mati agar pembangunan di daerah sejalan dengan target makro pemerintah pusat,” ujar KDS saat didampingi Kepala Dinas PUTR, Zeis Zultaqawa.
10 Usulan Prioritas Infrastruktur
Guna menunjang konektivitas dan memurai titik kemacetan, Pemkab Bandung menyodorkan 10 usulan proyek strategis kepada Dirjen Bina Marga, di antaranya:
- Akses Jalan Tol: Pembangunan Exit Tol Getaci (Segmen Tegalluar) dan penyediaan akses Tol Katapang.
- Solusi Kemacetan: Pembangunan Flyover Bojongsoang dan Flyover Kopo.
- Optimalisasi Tol Eksisting: Aktivasi Tol Gate KM 149 A Purbaleunyi serta izin On/Off Ramp Tol Soroja (STA 1+950).
- Konektivitas Wilayah: Pembangunan Jalan Lingkar Majalaya dan jalur penghubung Tol Soroja – Ciwidey – Cidaun.
- Keamanan Jalur: Rekonstruksi Jalan Rancaekek – Majalaya dan penataan perlintasan sebidang kereta api.
KDS optimistis bahwa pembukaan akses baru di Tegalluar dan Katapang akan menjadi “keran” ekonomi baru bagi distribusi industri dan sektor pariwisata.

Respon Kementerian PU
Dirjen Bina Marga, Roy Rizali Anwar, menyambut positif inisiatif “jemput bola” yang dilakukan Pemkab Bandung. Pihaknya mengakui bahwa usulan seperti aktivasi KM 149 dan pembangunan jalan lingkar memiliki urgensi tinggi untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
Meski demikian, Roy menegaskan bahwa realisasi proyek-proyek tersebut harus melalui tahapan prosedur yang matang.
“Kami mengapresiasi usulan strategis ini. Namun, diperlukan kajian teknis mendalam bersama tim ahli serta koordinasi terkait skema pembiayaan dengan Kementerian Keuangan guna memastikan dampak positif yang berkelanjutan,” jelas Roy.***
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi

Saat ini belum ada komentar