SOREANG, inplusnews.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan spiritual. Hal tersebut ditegaskan Bupati saat menghadiri kegiatan Siraman Rohani di Gedung Moh. Toha, Soreang, Senin (4/5/2026).
Pria yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS) ini menilai bahwa penguatan nilai-nilai religius merupakan kunci utama bagi aparatur negara dalam menghasilkan solusi yang bijak saat menghadapi berbagai dinamika persoalan masyarakat.
Spiritualitas sebagai Kunci Solutif
Dalam kegiatan yang menghadirkan KH. Sofyan Yahya, M.A. sebagai penceramah tersebut, KDS menyebutkan bahwa integritas pelayanan tidak hanya lahir dari kecakapan teknis, tetapi juga dari jiwa yang tenang.
“Peningkatan spiritualitas ini bertujuan agar ASN memiliki landasan moral yang kuat. Dengan jiwa yang sehat, setiap permasalahan yang muncul bisa dipecahkan dengan cara yang baik, santun, dan memberikan hasil terbaik bagi warga,” ungkap KDS.
Bupati juga mengajak para ASN untuk menjadikan momentum menjelang bulan Dzulhijjah sebagai ajang refleksi diri. Menurutnya, kualitas ibadah yang meningkat harus berbanding lurus dengan kualitas kinerja dalam menjalankan tugas negara.
Apresiasi Peran Buruh dan Stabilitas Daerah
Selain membahas internal ASN, KDS juga menyinggung pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara pekerja (buruh) dan pengusaha. Mengingat momentum Hari Buruh (May Day), ia menegaskan bahwa buruh adalah elemen vital penggerak ekonomi daerah.
“Kita tidak boleh melupakan peran buruh dalam pembangunan fasilitas dan ekonomi di Kabupaten Bandung. Harapan saya, kemitraan antara pekerja dan pengusaha tetap solid tanpa persengketaan demi menjaga iklim investasi dan stabilitas daerah,” tambahnya.

Ketahanan Fiskal Kabupaten Bandung
Di tengah isu defisit anggaran dan tekanan inflasi yang menghantui banyak daerah di Indonesia, KDS memberikan kabar baik mengenai kondisi keuangan daerah. Ia menyebutkan bahwa fiskal Kabupaten Bandung hingga saat ini terpantau stabil dan terkendali.
Ia pun berpesan kepada seluruh jajaran ASN, termasuk PPPK dan PPPK paruh waktu, untuk mensyukuri kondisi tersebut dengan cara meningkatkan dedikasi.
“Alhamdulillah, saat daerah lain mengalami kontraksi keuangan akibat inflasi, Kabupaten Bandung masih berada di zona stabil. Saya meminta ASN tetap kompak, jaga kinerja, dan terus berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas,” pungkas Bupati.***

Komentar