Program Makan Bergizi Gratis 2025: Sudah 15 Juta Penerima, Target 20 Juta! Begini Strateginya
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
- visibility 99
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, inplusnews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis untuk memperbaiki gizi masyarakat dan menekan angka stunting. Kepala BGN, Dadan Hindayana (12 Agustus 2025), mengumumkan bahwa hingga saat ini program tersebut telah menjangkau 15 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, dengan target 20 juta penerima pada akhir tahun.
Program ini dijalankan melalui 5.103 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan. Selain itu, terdapat 14.000 SPPG tambahan yang tengah disiapkan, bekerja sama dengan berbagai mitra strategis.
Kolaborasi Luas dengan Berbagai Pihak
Dadan menjelaskan bahwa kesuksesan MBG tak lepas dari kemitraan lintas sektor, melibatkan TNI, Kepolisian, NU, Muhammadiyah, komunitas lokal, hingga pelaku usaha.
“Setiap SPPG membutuhkan biaya pembangunan sekitar Rp1,5 hingga Rp2 miliar. Jika diakumulasikan, dana yang beredar di masyarakat sudah mendekati Rp28 triliun, seluruhnya berasal dari mitra, bukan APBN,” ujarnya.
Baca juga: Program Pencegahan Stunting Nasional 2025
Dampak Ekonomi Langsung
Selain memberikan manfaat gizi, program ini juga menggerakkan roda perekonomian. Toko bangunan di berbagai daerah kebanjiran pesanan bahan konstruksi SPPG. Bahkan, sejumlah restoran, kafe, catering, dan hotel bertransformasi menjadi penyedia layanan gizi.
“Biasanya restoran melayani 500 porsi per hari, sekarang bisa sampai 3.500 porsi. Semua dikirim langsung ke sekolah atau rumah penerima manfaat, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak,” ungkap Dadan.
Percepatan Verifikasi dan Penyaluran
BGN tengah mempercepat verifikasi SPPG dengan target 17.000 unit calon penerima persetujuan. Setiap hari, 200–300 unit lolos verifikasi, sementara penyaluran anggaran APBN sebesar Rp8,2 triliun difokuskan untuk intervensi gizi.
“Kami percepat administrasi dan pencairan dana agar penerima manfaat segera bertambah. Bangunan SPPG tetap dibiayai oleh para mitra,” jelasnya.
📌 Info terkait: Panduan Menjadi Mitra Program Makan Bergizi Gratis
Menjamin Kualitas dan Keamanan Pangan
BGN memperketat SOP pengolahan dan distribusi makanan bergizi, mulai dari pemilihan bahan baku, waktu memasak, hingga distribusi agar makanan dikonsumsi dalam waktu kurang dari empat jam setelah dimasak.
“Target kami adalah memperluas jangkauan sekaligus memastikan makanan yang disalurkan aman, berkualitas, dan sesuai standar gizi,” tutup Dadan.
Dengan percepatan ini, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu mencapai target 20 juta penerima manfaat sambil tetap menjaga kualitas layanan dan keamanan pangan.
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi


