Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Strategi Kang DS Tingkatkan IPM Kabupaten Bandung Melalui Beasiswa BESTI dan Program Kesetaraan

Strategi Kang DS Tingkatkan IPM Kabupaten Bandung Melalui Beasiswa BESTI dan Program Kesetaraan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, inplusnews.com – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Langkah strategis ini ditegaskan oleh Bupati Bandung, Kang DS (Dadang Supriatna), saat menghadiri agenda Jumat Keliling di Pondok Pesantren Al Burdah, Kecamatan Kutawaringin, Jumat (27/3/2026).

Sosok yang akrab disapa Kang DS ini mengungkapkan bahwa intervensi pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memastikan tidak ada anak di Kabupaten Bandung yang putus sekolah karena kendala biaya.

Beasiswa BESTI: Solusi Pendidikan Tinggi

Salah satu instrumen utama yang diandalkan adalah Beasiswa ti Bupati (BESTI). Program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam bangku perkuliahan.

“Pemerintah daerah hadir memberikan solusi melalui program beasiswa BESTI bagi anak-anak yang orang tuanya memiliki keterbatasan secara ekonomi,” jelas Dadang Supriatna kepada Inplus News.

Mengejar Target Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bandung telah mencapai angka 75,58 poin. Kang DS menekankan bahwa capaian tersebut sangat dipengaruhi oleh tiga faktor krusial: kesehatan, daya beli, dan pendidikan.

Pemerintah daerah hadir memberikan solusi melalui program beasiswa BESTI bagi anak-anak yang orang tuanya memiliki keterbatasan secara ekonomi,” jelas Dadang Supriatna
Pemerintah daerah hadir memberikan solusi melalui program beasiswa BESTI bagi anak-anak yang orang tuanya memiliki keterbatasan secara ekonomi,” jelas Dadang Supriatna

Namun, tantangan besar masih ada pada rata-rata lama sekolah yang saat ini berada di angka 9,4 tahun. Untuk mendongkrak angka tersebut, Pemkab Bandung menyediakan kuota sebanyak 6.000 orang setiap tahunnya melalui program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di bawah naungan Dinas Pendidikan.

“Kami mengajak seluruh camat dan kepala desa untuk menyisir warga yang belum memiliki ijazah SD, SMP, maupun SMA agar segera mengikuti program PKBM,” tambahnya.

Pemerataan Fasilitas di Wilayah Kabupaten

Selain bantuan finansial dan program kesetaraan, pembangunan fisik sarana pendidikan juga terus dikebut. Salah satu kemajuan signifikan terlihat di wilayah Kecamatan Katapang yang kini telah memiliki fasilitas pendidikan setara SMA.

Langkah ini sejalan dengan visi misi Kabupaten Bandung yang termuat dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung, guna mendekatkan akses layanan dasar kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.***

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less