Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Bupati Bandung Tinjau Langsung Lokasi Banjir dan Dampak Angin Kencang, Pastikan Penanganan Cepat

Bupati Bandung Tinjau Langsung Lokasi Banjir dan Dampak Angin Kencang, Pastikan Penanganan Cepat

  • account_circle Doni
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABUPATEN BANDUNG, inplusnews.comBupati Bandung, Dadang Supriatna, bergerak cepat dengan turun langsung ke sejumlah titik bencana banjir dan wilayah yang terdampak angin kencang di Kabupaten Bandung, Senin (13/4/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bandung yang akrab disapa KDS tersebut menjadi bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan kondisi warga serta percepatan penanganan di lapangan.

Dalam peninjauannya, KDS menyambangi sejumlah kecamatan terdampak, di antaranya Banjaran, Arjasari, Pameungpeuk, Ciparay, Solokanjeruk, serta kawasan Sapan di Bojongsoang.

Ia didampingi oleh jajaran perangkat daerah, unsur TNI-Polri, Forkopimcam, hingga aparat desa setempat. Di sela kunjungannya, KDS juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan warga, memberikan dukungan moral, serta mendoakan agar masyarakat tetap diberi keselamatan dan kesehatan.

13 Kecamatan Terdampak Bencana

Bupati mengungkapkan, total terdapat 13 kecamatan yang terdampak bencana, baik banjir maupun angin puting beliung.

Untuk wilayah terdampak banjir meliputi Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, Katapang, hingga Margahayu.

Sementara itu, dampak angin kencang terjadi di beberapa wilayah seperti Rancaekek, Arjasari, Katapang, Dayeuhkolot, Baleendah, serta daerah pegunungan seperti Kertasari dan Pacet.

Selain itu, beberapa wilayah seperti Pacet dan Kertasari juga sempat dilanda banjir bandang akibat intensitas hujan yang tinggi.

Pendataan Kerusakan dan Penanganan Rumah Warga

KDS menjelaskan, saat ini pemerintah tengah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap rumah-rumah warga yang terdampak, baik akibat angin kencang maupun jebolnya tanggul sungai.

Ia menyebutkan, kerusakan terjadi di sejumlah wilayah seperti Margahayu, Rancaekek, dan Solokanjeruk.

Dari data sementara, sebanyak 63 rumah telah teridentifikasi mengalami kerusakan dan langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Rumah yang mengalami kerusakan berat hingga tidak layak huni akan dimasukkan ke dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Sementara itu, untuk kerusakan kategori sedang hingga berat, pemerintah juga menyiapkan bantuan kebencanaan.

Kondisi rumah warga rusak akibat angin kencang di Kabupaten Bandung sedang dilakukan penanganan

Kondisi rumah warga rusak akibat angin kencang di Kabupaten Bandung sedang dilakukan penanganan.

Anggaran Rp3 Miliar untuk Penanganan Bencana

Sebagai bentuk keseriusan dalam penanganan bencana, Pemkab Bandung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar.

Dana tersebut difokuskan untuk membantu perbaikan rumah warga terdampak serta penanganan darurat di lokasi bencana.

Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Dalam upaya penanganan banjir yang lebih komprehensif, KDS menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, serta melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, perbaikan tanggul yang jebol bisa dilakukan menggunakan anggaran daerah jika skalanya memungkinkan. Namun, untuk penanganan permanen dan jangka panjang, dibutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Untuk solusi permanen, perlu adanya intervensi dari pemerintah pusat agar tanggul bisa dibangun lebih kuat dan mampu menahan debit air,” tegasnya.***

  • Penulis: Doni
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less