Terseret Musibah Maut, Istri Maula Akbar Sampaikan Permintaan Maaf Menyayat Hati!
- account_circle Doni
- calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tragedi Sukawening Anak Dedi Mulyadi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Garut, inplusnews.com – Anak dari tokoh politik Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar Mulyadi Putra, bersama istrinya, Luthfianisa Putri Karlina, menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa secara terbuka kepada keluarga korban atas insiden tragis yang terjadi di wilayah Sukawening, Kabupaten Garut. Pernyataan tersebut disampaikan melalui tayangan langsung di media sosial pada Sabtu malam (20/7/2025), sebagai bentuk tanggung jawab moral dan empati kepada pihak keluarga.
Maula Akbar mengatakan bahwa dirinya dan sang istri telah mengunjungi langsung kediaman keluarga korban untuk menyampaikan duka cita secara pribadi. Namun, di tengah perjalanan, sang istri harus dipulangkan karena kondisi fisik dan mental yang tidak memungkinkan.
“Saya beserta istri saya, malam telah berkunjung langsung terhadap pihak keluarga yang ditinggalkan. Dua yang kami sambangi bersama, kebetulan ketika berjalan untuk keluarga yang ada di Sukawening, istri saya sudah drop dan tidak kuat, lalu saya pulangkan dulu ke rumah. Dilanjut lagi, saya bergerak sendiri. Alhamdulillah pihak keluarga sudah dengan ikhlas menerima dan juga mengatakan bahwa ini memang musibah yang terjadi,” ungkap Maula Akbar.
Sementara itu, dengan suara terbata, Luthfianisa menyampaikan kesedihan mendalam dan menegaskan tidak ada sedikit pun niat buruk dalam kejadian tersebut. Ia menyebut insiden ini terjadi hanya dua hari setelah momen yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya.
“Sekali lagi, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan turut berbela sungkawa untuk insiden musibah yang terjadi tepat dua hari setelah hari yang saya tandai hari paling bahagia di hidup saya. Saya tidak ada sedikitpun niatan untuk melukai, menyakiti. Bahkan na’udzubillah sampai ada yang kehilangan nyawa, tidak ada sedetikpun, setitikpun di niatan hati saya,” kata Luthfianisa penuh haru.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk terus mendampingi dan membantu keluarga korban dalam melalui masa-masa sulit ini sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral.
“Saya menyampaikan rasa duka yang mendalam dan saya siap membersamai keluarga korban melalui masa-masa sulit mereka. Terima kasih.”
Pernyataan keduanya menjadi penegasan bahwa pihak keluarga siap membuka komunikasi dan mengambil langkah-langkah damai serta berempati terhadap pihak yang terdampak. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait kelanjutan penanganan insiden tersebut.
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi

