Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » SIMPONI Poltekkes Bandung: Strategi Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Unggul

SIMPONI Poltekkes Bandung: Strategi Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Unggul

  • account_circle Lubis Bambang P, SKM, M.Kes
  • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, Inplusnews.com, “SIMPONI Poltekkes Bandung: Strategi Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Unggul” — Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) RI Bandung melalui Unit Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kesehatan (UPKSDMK) resmi meluncurkan program SIMPONI atau Strategi Implementasi Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Integratif. Program ini diprakarsai oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Bandung, Dr. Pramita Iriana, S.Kp, M.Biomed, dan diperkenalkan pada 25 September 2025.

SIMPONI hadir sebagai pendekatan komprehensif untuk memastikan lulusan tenaga kesehatan tidak hanya siap terjun ke dunia kerja, tetapi juga mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan, terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Direktur Poltekkes Kemenkes Bandung, Dr. Pramita Iriana, S.Kp, M.Biomed

Direktur Poltekkes Kemenkes Bandung, Dr. Pramita Iriana, S.Kp, M.Biomed

Lima Pilar Utama SIMPONI

Dalam implementasinya, SIMPONI dirancang melalui lima program prioritas:

  1. SIPANDU (Sistem Informasi Pelatihan Terpadu)
    Platform digital yang menyediakan akses pelatihan kompetensi tenaga kesehatan secara terpadu, termasuk bagi wilayah 3T. Sistem ini memudahkan distribusi informasi, pelaksanaan, hingga monitoring pelatihan.

  2. Training Officer Course (TOC)
    Program untuk meningkatkan kapasitas instruktur agar mampu memberikan pelatihan berkualitas sesuai standar nasional maupun internasional.

  3. SOPI TARIK (Sistem Operasional Tarif Peningkatan Kompetensi)
    Mekanisme manajemen tarif pelatihan yang transparan, akuntabel, dan terjangkau sehingga pelatihan bisa diakses lebih luas.

  4. UPK HUB
    Fasilitas kolaborasi yang mempertemukan lulusan, perguruan tinggi, dunia kerja, dan pemangku kepentingan. Tujuannya membangun jejaring serta menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

  5. UPK Go Public
    Strategi publikasi dan branding untuk memperkenalkan kualitas lulusan Poltekkes Kemenkes Bandung kepada masyarakat, dunia kerja, serta mitra nasional maupun internasional.

Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan

Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan

Meningkatkan Daya Saing Lulusan

Melalui kelima pilar tersebut, Poltekkes Kemenkes Bandung berkomitmen melahirkan tenaga kesehatan yang unggul, profesional, serta mampu beradaptasi dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di berbagai wilayah, termasuk daerah dengan keterbatasan fasilitas.

Dr. Pramita menegaskan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia. Ia berharap SIMPONI dapat menjadi model yang diadopsi oleh 37 Poltekkes Kemenkes di seluruh Indonesia, sebagai kontribusi nyata terhadap Pilar ke-5 Transformasi Kesehatan dan Misi ke-4 Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam mencetak SDM kesehatan yang berkualitas dan kompeten.

Dengan hadirnya SIMPONI, Poltekkes Kemenkes Bandung menegaskan perannya sebagai pelopor dalam menyiapkan tenaga kesehatan adaptif dan siap bersaing di tingkat global.***“SIMPONI Poltekkes Bandung: Strategi Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Unggul”

Dibuat oleh : Lubis Bambang P, SKM, M.Kes
Jabatan : Ketua Tim Kerja Humas & Kerjasama
No Kontak : 08212943****
Institusi : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Bandung
Alamat : Jl. Pajajaran No. 56 Bandung Jawa Barat

  • Penulis: Lubis Bambang P, SKM, M.Kes
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less