Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » 726 ASN Tanam Ribuan Pohon di Hulu Citarum! Program GEPAK Sayang Jadi Simbol Cinta Lingkungan

726 ASN Tanam Ribuan Pohon di Hulu Citarum! Program GEPAK Sayang Jadi Simbol Cinta Lingkungan

  • account_circle Rie
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 185
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabupaten Bandung, inplusnews.comSebagai wujud nyata pelestarian lingkungan dan upaya menjaga sumber daya air, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bandung turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman pohon di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya – kawasan yang dikenal sebagai titik awal aliran Sungai Citarum, pada Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program GEPAK SAYANG (Gerakan Peduli Pohon Abdi Negara) yang diinisiasi langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Sebanyak 726 ASN, termasuk pejabat yang akan dilantik, ikut serta dalam gerakan ini, dengan komitmen menanam setidaknya dua pohon per orang sebagai bentuk kontribusi terhadap keberlanjutan ekosistem.

Implementasi Instruksi Bupati

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Asep Kusuma, menjelaskan bahwa penanaman ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Bupati Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penanaman dan Pemeliharaan Pohon oleh ASN.

“Hari ini, kita menjalankan instruksi Bupati agar setiap ASN – baik yang dilantik maupun tidak – memiliki peran langsung dalam upaya penghijauan. Minimal dua pohon ditanam oleh masing-masing ASN sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Asep.

Jenis tanaman yang dipilih pun beragam, mulai dari pohon buah seperti alpukat dan nangka, hingga pohon keras lokal seperti Hantap dan Ganitri. Bahkan, tiga jenis pohon endemik khas Kabupaten Bandung kini diperkenalkan dan dinamai Pohon DS, sebagai simbol program penghijauan dari Bupati.

Lebih dari Sekadar Menanam

Asep menegaskan bahwa GEPAK SAYANG bukan sekadar acara seremonial. Program ini membawa misi edukatif untuk membangun kesadaran lingkungan di kalangan ASN dan masyarakat luas.

“Penanaman pohon ini punya dampak besar untuk pencegahan banjir, peningkatan daya serap air tanah, serta memperkuat keseimbangan ekosistem di kawasan hulu Citarum,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada penanaman, DLH Kabupaten Bandung juga menggagas mekanisme insentif berupa sedekah pemeliharaan pohon sebesar Rp25 ribu per pohon, ditujukan kepada ASN atau warga yang secara aktif merawat tanaman tersebut.

Teknologi untuk Transparansi

Guna menunjang monitoring program secara akurat dan transparan, Pemkab Bandung turut meluncurkan aplikasi digital bernama GEPAK SAYANG yang tersedia di Play Store. Melalui aplikasi ini, ASN dan masyarakat dapat melaporkan lokasi serta jumlah pohon yang telah mereka tanam.

“Dengan aplikasi ini, kita bisa memantau kontribusi dari berbagai pihak – mulai dari ASN, siswa sekolah, pasangan calon pengantin, hingga masyarakat umum. Bahkan, pohon bisa ditanam sebagai kompensasi emisi kendaraan pribadi,” tambah Asep.

Ia mengakui bahwa mengubah pola pikir masyarakat tidaklah mudah. Namun, ia yakin jika seluruh warga Kabupaten Bandung yang berjumlah sekitar 3,8 juta jiwa menanam dua pohon, maka lebih dari 7 juta pohon baru akan tumbuh sebagai hasil dari gerakan kolektif mencintai alam.

“Ini bukan sekadar program seremonial, melainkan langkah nyata membangun budaya peduli lingkungan. Semoga GEPAK SAYANG menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan konservasi berbasis partisipasi publik,” tutup Asep Kusuma.

  • Penulis: Rie
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less