Ihsan Mahfudz, yang akrab disapa Ichank, menegaskan bahwa media siber kini tidak bisa lagi dipandang sekadar penyebar berita. Menurutnya, kehadiran media digital harus dimanfaatkan untuk memobilisasi kekuatan publik, memperkenalkan potensi lokal ke panggung nasional, sekaligus mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat. “SMSI hadir untuk memastikan media siber di Indramayu menyajikan informasi yang akurat, mendidik, dan mengangkat potensi lokal agar dikenal lebih luas. Kami ingin Indramayu tidak hanya dikenal di tingkat provinsi, tetapi juga di tingkat nasional dan bahkan internasional,” ujarnya.
Jelang FGD Indramayu: Media Siber Sebagai Mitra Pembangunan
Dalam pandangan Ichank, media siber yang tergabung dalam SMSI memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Melalui pemberitaan positif dan informatif, media mampu mempromosikan potensi ekonomi kreatif, UMKM, sektor pariwisata, dan kekayaan budaya lokal. “Kami ingin media siber menjadi kekuatan baru yang memperkuat demokrasi, membuka ruang investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa sinergi antara media, pemerintah, dan pelaku usaha akan membuka peluang lebih besar bagi pembangunan daerah. Dengan dukungan pemberitaan yang profesional, program-program pemerintah daerah dapat lebih mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat. Hal ini juga membantu meminimalkan kesalahpahaman publik serta meningkatkan kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah.

FGD SMSI Indramayu Soroti Peran Media Siber Sebagai Motor Pembangunan Daerah
Literasi Digital dan Peran Media Melawan Hoaks
Di tengah derasnya arus informasi digital, Ichank menekankan pentingnya literasi digital bagi masyarakat. Menurutnya, SMSI Indramayu siap mengambil peran sebagai penangkal hoaks dan disinformasi. “Banyak masyarakat kita yang masih kesulitan membedakan informasi benar dan salah. Di sinilah peran media siber diperlukan, bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai pendidik publik agar lebih bijak dan kritis,” jelasnya.
Ichank juga mengajak para jurnalis dan pengelola media untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan. Informasi yang disampaikan harus diverifikasi, berimbang, dan memiliki nilai edukasi bagi masyarakat. “Tanggung jawab media bukan hanya menarik pembaca, tetapi juga mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.
Inovasi Teknologi Jadi Kunci
Selain menyampaikan pesan moral dan sosial, Ketua SMSI Indramayu mengajak seluruh anggotanya untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini. Pemanfaatan Search Engine Optimization (SEO), media sosial, big data, dan kecerdasan buatan (AI) menjadi keharusan agar media lokal tidak tertinggal. “Teknologi digital membuka pintu peluang besar. Dengan inovasi, media lokal bisa bersaing dengan media besar dan menjangkau audiens hingga level internasional,” kata Ichank.
Menurutnya, adaptasi teknologi bukan hanya soal meningkatkan jumlah pembaca, tetapi juga tentang memperkuat daya saing ekonomi lokal. Dengan pemberitaan yang tepat sasaran, potensi daerah seperti pariwisata, produk kreatif, dan budaya tradisional bisa dipromosikan lebih luas, sehingga menarik investor dan wisatawan.
FGD sebagai Ruang Kolaborasi
FGD yang digelar SMSI Indramayu akan menghadirkan Bupati Indramayu Lucky Hakim, Wakil Ketua Umum SMSI Yono Hartono, dan akademisi Dr. Masduki Duryat sebagai pemateri. Forum ini juga dihadiri oleh praktisi media, organisasi pers, mitra strategis, dan unsur pemerintah daerah. Pertemuan ini diharapkan menjadi wadah dialog konstruktif untuk memperkuat ekosistem digital yang sehat dan produktif.
“SMSI Indramayu berkomitmen menjadi mitra utama pemerintah daerah sekaligus garda terdepan dalam membangun peradaban informasi berkualitas. Kami percaya, dengan kerja sama yang solid, media siber bisa menjadi kekuatan baru dalam pembangunan Indramayu,” pungkas Ichank, yang juga menjabat Direktur Fokus Pantura.
Dengan semangat kolaborasi ini, FGD di Indramayu tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk merancang langkah nyata. Di era informasi yang serba cepat, peran media siber sebagai pilar keempat demokrasi semakin vital untuk memastikan pembangunan berjalan transparan, inklusif, dan berkelanjutan.*** “Jelang FGD Indramayu: Media Siber Siap Jadi Kekuatan Baru Bangun Daerah di Era Digital”


