Kang DS Komit Kawal Program Strategis Presiden Prabowo
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabupaten Bandung, inplusnews.com – Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan dukungan penuh terhadap program-program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dalam agenda “Konsolidasi Daerah Sebagai Tindak Lanjut Dukungan Terhadap Program Pemerintah”, Selasa (5/8/2025), Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kang DS) memaparkan kesiapan daerahnya dalam mendukung berbagai program prioritas nasional, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan Koperasi Merah Putih, hingga percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Acara yang berlangsung di Gedung Budaya Soreang ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, seperti Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, Dandim 0624 Letkol Inf Tinton Amin Putra, Ketua DPRD Renie Rahayu Fauzi, dan perwakilan dari berbagai instansi sipil dan militer lainnya. Selain itu, turut hadir kepala OPD, camat, kepala desa, pengurus koperasi, hingga tokoh masyarakat, baik secara langsung maupun daring.
Program MBG: Sinergi Pemerintah dan Warga
Dalam paparannya, Kang DS menyoroti pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo, dengan target nasional pembangunan 30.000 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Di Kabupaten Bandung, akan dibentuk 361 titik SPPG yang akan melayani lebih dari 1,2 juta penerima manfaat, terdiri dari siswa PAUD, TK, SD, SMP, santri pesantren, ibu hamil, dan menyusui.
“Di desa terpencil pun kita pastikan dapat terjangkau. Bila ada kendala jarak, kepala desa harus segera lapor. Saya siap turun tangan mencarikan solusi,” tegas Kang DS.
Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal agar turut berperan dalam penyediaan bahan makanan untuk program MBG. “Pengusaha lokal harus dilibatkan, jangan hanya jadi penonton. Potensi daerah harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Dorong Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih
Program nasional lainnya yang menjadi perhatian adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang menurut Kang DS memiliki peran penting dalam membangun ketahanan pangan dan perekonomian desa. Berdasarkan Inpres No. 9 Tahun 2025, pembentukan koperasi ini harus segera direalisasikan hingga ke tingkat desa.
“Dari target 361 SPPG, baru 235 titik yang aktif dan terverifikasi. Artinya masih ada PR membentuk sekitar 130 lagi,” jelasnya. Ia juga menyebut koperasi ini wajib mengakomodasi 70 ribu petani di Kabupaten Bandung, agar tidak lagi tergantung pada tengkulak.
“Petani menjadi anggota koperasi, dan koperasi wajib membeli hasil panen mereka. Ini adalah sistem ekonomi yang berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Kang DS juga meminta agar modal koperasi bersumber dari simpanan wajib dan sukarela warga desa serta pengusaha lokal, bukan dari pinjaman bank. “Saya yakin tiap desa bisa kumpulkan modal Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Kita gerakkan kekuatan ekonomi rakyat,” katanya optimistis.
Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Jadi Prioritas Hingga 2026
Bupati Bandung juga menyampaikan bahwa target nasional untuk menuntaskan stunting dan kemiskinan ekstrem pada tahun 2026 menjadi tanggung jawab bersama. Ia menekankan pentingnya penanganan 1000 hari pertama kehidupan anak dalam upaya penurunan stunting.
“Anggaran penanganan stunting per anak hingga usia dua tahun bisa mencapai jutaan rupiah, dan harus dibagi antara pusat, provinsi, kabupaten hingga desa,” ungkapnya.
Sementara untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, Kang DS menyiapkan dua strategi utama: program rutilahu dan penciptaan peluang usaha produktif. “Keluarga miskin ekstrem harus punya rumah layak dan penghasilan tetap. Tahun depan, kita targetkan selesai,” ujarnya.
Kantor Bersama untuk Komando Program Strategis
Untuk mendukung percepatan pelaksanaan program-program tersebut, Pemkab Bandung telah mendirikan kantor bersama di Gedung Mohamad Toha sebagai pusat koordinasi. “Komunikasi adalah kunci suksesnya implementasi. TNI, Polri, dan seluruh OPD harus bersatu,” kata Kang DS.

Dari Koperasi untuk MBG: Serapan Anggaran Rp4,3 Triliun
Program MBG dan Koperasi Merah Putih disebut Kang DS sebagai dua sisi dari satu mata uang. Dengan total potensi serapan anggaran mencapai Rp4,3 triliun di Kabupaten Bandung, ia berharap bahan makanan MBG disuplai langsung dari koperasi desa.
“Setiap wilayah punya keunggulan komoditas. Kertasari dan Pangalengan misalnya unggul dalam sayuran, Ciparay penghasil beras. Kita bangun ekosistem pangan dari desa untuk warga desa,” ungkapnya.
Sehat Fisik, Mental, dan Finansial untuk Indonesia Emas 2045
Mengakhiri paparannya, Kang DS menekankan pentingnya pola hidup sehat secara menyeluruh—fisik, mental, sosial, spiritual, hingga finansial. Ia menyebut berbagai program seperti penciptaan 10.000 wirausaha muda, program pinjaman bergulir tanpa bunga, hingga edukasi kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Sehat itu bukan karena banyak rumah sakit, tapi karena masyarakat punya pola hidup sehat. Mari kita kawal bersama visi Presiden, Gubernur, dan Pemkab Bandung. Kita jaga kekompakan untuk wujudkan Bandung yang lebih Bedas, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi


