Bandung — Gelombang banjir dan longsor yang melanda Aceh serta sejumlah wilayah di Pulau Sumatra meninggalkan dampak serius bagi ribuan warga. Selain merusak permukiman dan infrastruktur, bencana tersebut juga memutus akses logistik dan melumpuhkan aktivitas sosial masyarakat. Di tengah situasi darurat itu, kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, hingga pakaian layak menjadi persoalan mendesak.
Merespons kondisi tersebut, EIGER Adventure melalui inisiatif kemanusiaan Eiger Share menyalurkan bantuan pakaian baru dengan total berat mencapai sekitar 5 ton bagi para penyintas bencana. Bantuan tersebut mencakup lebih dari 19.000 item pakaian, mulai dari jaket, kaos, kemeja, hingga tas, yang dirancang untuk membantu warga bertahan dan memulihkan kehidupan pascabencana.
Tak berhenti pada bantuan sandang, EIGER Adventure juga menyalurkan ribuan paket sembako guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Seluruh bantuan ini didistribusikan melalui kerja sama dengan berbagai mitra kemanusiaan, memastikan proses penyaluran berjalan cepat dan tepat sasaran.
Pengiriman bantuan tahap awal telah dilakukan sejak awal Desember 2025 melalui Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, dengan tujuan wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Dalam pelaksanaannya, EIGER Adventure melibatkan jaringan relawan serta mitra lokal di lapangan untuk menjangkau komunitas yang paling membutuhkan.
Program kemanusiaan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang EIGER Adventure, yang berada di bawah naungan PT Eigerindo Multi Produk Industri, PT Karunia Integrasi Niaga Dinamis, dan PT Eiger Ekowisata Nusantara, dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya saat menghadapi situasi krisis.
Untuk memperkuat efektivitas distribusi, EIGER Adventure menggandeng berbagai pihak lintas sektor. Sejumlah organisasi dan lembaga yang terlibat antara lain WWF, National Geographic, Atjeh Connection, Kitabisa, BenihBaik, dan Gerakan Anak Negeri, serta dukungan dari instansi pemerintah seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai krusial untuk memastikan respons kemanusiaan berjalan terkoordinasi dan menjangkau wilayah-wilayah dengan dampak terparah.
Direktur PT Eigerindo Multi Produk Industri, Imanuel Wirajaya, yang mewakili EIGER Adventure, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam aksi kemanusiaan berangkat dari nilai empati dan tanggung jawab sosial sebagai merek lokal Indonesia.
“Melalui Eiger Share, kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar barang, tetapi juga bentuk kehadiran dan dukungan moral bagi para penyintas bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian,” ujar Imanuel dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan refleksi perjalanan EIGER Adventure yang telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Sebagai brand yang lahir dari kecintaan terhadap alam dan aktivitas luar ruang, EIGER Adventure memandang kepedulian terhadap lingkungan harus sejalan dengan kepedulian terhadap manusia.
“Kami percaya hubungan manusia dan alam tidak bisa dipisahkan. Ketika alam terluka, manusia terdampak. Karena itu, empati dan solidaritas menjadi bagian penting dari nilai yang kami pegang,” jelasnya.
Imanuel berharap bantuan yang disalurkan dapat menghadirkan rasa hangat, membangkitkan harapan, serta memperkuat semangat para penyintas untuk bangkit kembali. Ia juga menyampaikan doa dan apresiasi bagi para relawan yang berada di garda terdepan penanganan bencana.
“Semoga langkah ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi, sekecil apa pun bentuknya, demi membantu saudara-saudara kita yang tengah menghadapi masa sulit,” pungkasnya.