Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » BAHAYA BANJIR MENGINTAI! Bandung Ambil Langkah TEGAS di Cisaranten

BAHAYA BANJIR MENGINTAI! Bandung Ambil Langkah TEGAS di Cisaranten

  • account_circle Doni/Mis
  • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, inplusnews.com – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk menertibkan bangunan-bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran Sungai Cisaranten. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dan pencegahan potensi banjir yang kerap mengancam wilayah tersebut. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, secara langsung menyatakan keseriusan Pemkot dalam menata area sungai agar berfungsi optimal.

Peninjauan Lapangan Ungkap Kondisi Sungai

Pernyataan ini disampaikan Erwin (Senin, 04/08/2025) setelah ia meninjau langsung lokasi bangunan liar di bantaran Sungai Cisaranten Kulon VI RT 09 RW 05, Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, pada Senin, 3 Agustus 2025. Kondisi di lapangan menunjukkan banyaknya bangunan semipermanen yang berdiri terlalu dekat dengan bibir sungai, bahkan ada yang memakan area sempadan sungai.

“Kami akan menata bangunan-bangunan ini sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegas Erwin di lokasi. Ia menambahkan bahwa Pemkot akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap bangunan-bangunan tersebut. “Rencananya, bersama dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDAMB), area ini akan dilebarkan menjadi 3 meter untuk sungai, dan di kedua sisinya akan dibangun jalan setapak sesuai fungsinya.” Penataan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran air utama dan menyediakan akses bagi masyarakat di sekitarnya.

Whatsapp Image 2025 08 04 At 14.16.53

Respon Atas Aduan Warga dan Pendekatan Humanis

Camat Arcamanik, Willy, menjelaskan bahwa peninjauan dan rencana penertiban ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya aduan warga mengenai bangunan liar di bantaran sungai. “Banyaknya bangunan liar, bahkan ada yang sampai menutupi Kali Susukan Jangkung, menjadi dasar pengaduan warga,” terang Willy. Kondisi ini dikhawatirkan akan memperparah dampak banjir saat musim hujan tiba.

Willy menambahkan, “Sesuai arahan Wakil Wali Kota, kami akan segera mengundang para penghuni, karena sebagian besar dari mereka adalah warga pendatang yang sudah memiliki KTP Kota Bandung.” Meskipun akan dilakukan penertiban, Camat Arcamanik memastikan bahwa prosesnya akan berjalan secara humanis.

“Ada 23 bangunan di sepanjang kali ini. Para penghuni bantaran sungai sudah tinggal di sana sejak lama, beberapa di antaranya bahkan sejak tahun 2014,” jelas Willy. “Syukurlah, pendekatannya akan lebih ke arah humanis, dan kami akan segera memfasilitasi pertemuan dengan warga.” Pendekatan humanis ini penting untuk memastikan bahwa warga yang terdampak penertiban tetap mendapatkan perhatian dan fasilitasi dari pemerintah setempat.

Penertiban bangunan di sempadan sungai ini menjadi prioritas Pemkot Bandung dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warganya, sekaligus memastikan fungsi ekologis sungai dapat terjaga dengan baik.

  • Penulis: Doni/Mis
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less