Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advetorial » FPIK Unpad dan Yayasan Garuda di Lautku Inisiatif Perkuat Kolaborasi Riset untuk Tata Kelola dan Hilirisasi Industri Sidat Berkelanjutan

FPIK Unpad dan Yayasan Garuda di Lautku Inisiatif Perkuat Kolaborasi Riset untuk Tata Kelola dan Hilirisasi Industri Sidat Berkelanjutan

  • account_circle Doni
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 281
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMEDANG, inplusnews.com, “FPIK Unpad dan Yayasan Garuda di Lautku Inisiatif Perkuat Kolaborasi Riset untuk Tata Kelola dan Hilirisasi Industri Sidat Berkelanjutan” — Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (FPIK Unpad) menandatangani kerja sama strategis dengan Yayasan Garuda di Lautku Inisiatif dalam upaya memperkuat tata kelola dan hilirisasi industri sidat secara berkelanjutan.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) itu dilaksanakan bersamaan dengan Seminar dan Diskusi Panel Nasional bertema “Penguatan Tata Kelola dan Hilirisasi Industri Sidat sebagai Dasar Perumusan Kebijakan Nasional Perikanan Keberlanjutan” yang digelar di Bale Sawala Unpad, Jatinangor, Kamis (13/11/2025).

Kolaborasi Strategis untuk Ekonomi Biru

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara akademisi, lembaga penelitian, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat ketahanan ekonomi biru Indonesia.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen memperluas penelitian, pendidikan, serta pengembangan kebijakan berbasis riset di sektor kelautan dan perikanan.

Ketua Yayasan Garuda Di Lautku Inisiatif Hengki Hamino
Ketua Yayasan Garuda Di Lautku Inisiatif Hengki Hamino

Ketua Yayasan Garuda di Lautku Inisiatif, Hengki Hamino, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

“Fokus utama kami adalah pada manajemen kawasan pesisir, laut, serta wilayah estuari. Melalui kerja sama dengan Unpad, kami ingin memperkuat pengembangan wilayah konservasi dan industri perikanan berkelanjutan. Ke depan, program ini akan diperluas hingga ke berbagai provinsi dan kabupaten,” ujar Hengki.

Sidat, Komoditas Strategis Bernilai Tinggi

Salah satu topik utama yang dibahas dalam seminar ini adalah potensi besar ikan sidat sebagai komoditas unggulan ekspor. Hengki menyoroti bahwa sidat memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun menghadapi tantangan pembatasan perdagangan dari lembaga internasional.

“Kita perlu memahami apakah kendalanya bersumber dari regulasi, atau dari kapasitas SDM yang belum optimal. Jika budidaya sidat dikelola dengan baik, peluang ekspor ke Eropa terbuka lebar, dan ini dapat berdampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada FPIK Unpad atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ilmiah ini dan berharap kolaborasi ini menjadi langkah konkret memperkuat peran akademisi dalam pelestarian laut Indonesia.

Dekan Fpik Unpad Prof. Dr. Sc. Agr. Yudi Nurul Ihsan S.pi . M.si
Dekan Fpik Unpad Prof. Dr. Sc. Agr. Yudi Nurul Ihsan S.pi . M.si.

Unpad Dorong Inovasi Berbasis Riset

Dekan FPIK Unpad, Prof. Dr. sc. agr. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung riset dan inovasi dalam bidang kelautan dan perikanan yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Melalui riset dan kolaborasi strategis seperti ini, kita ingin menghasilkan kebijakan yang berbasis sains, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi perikanan nasional,” ujar Yudi.

Ekologi, Hilirisasi, dan Kemandirian Ekonomi

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Gadis Sri Haryani dari BRIN memaparkan materi berjudul “Tata Kelola Ekologi dan Hilirisasi Industri Sidat untuk Ketahanan Ekonomi Biru.”
Ia menekankan bahwa sidat merupakan komoditas strategis yang menghubungkan dua pilar penting — ekologi dan ekonomi — sekaligus memiliki nilai gizi tinggi dan potensi pasar global yang besar.

Seminar juga menghadirkan sejumlah pakar, di antaranya:

Prof. Dr. Zuzy Anna (Guru Besar FPIK Unpad) yang membahas Tata Kelola dan Ekonomi Biru untuk Industri Perikanan Bernilai Tinggi,

Prof. Dr. Ir. Luky Adrianto (IPB University) dengan materi Implementasi Konsep Social-Ecological System dalam Pengembangan Industri Sidat,

Sarmintohadi (KKP) membahas Sinergi Pembatasan Kuota Benih dengan Penguatan Hilirisasi Sidat,

Nur Kholiq (PT Litang Perbudidaya Jaya Indonesia) memaparkan Kesempatan dan Tantangan Industri Sidat,

dan Dr. Ine Maulina (FPIK Unpad) yang menyoroti Segmentasi Usaha Pembesaran Sidat dan Perspektif Regulasi.

Mendorong Generasi Inovatif di Bidang Perikanan

Melalui kegiatan ini, FPIK Unpad berharap dapat menumbuhkan semangat wirausaha inovatif di kalangan mahasiswa dan peneliti muda, khususnya dalam pengembangan budidaya dan pengolahan hasil perikanan.
Kolaborasi antara dunia kampus, lembaga riset, dan sektor swasta ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim dengan tata kelola perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing global.***“FPIK Unpad dan Yayasan Garuda di Lautku Inisiatif Perkuat Kolaborasi Riset untuk Tata Kelola dan Hilirisasi Industri Sidat Berkelanjutan”

  • Penulis: Doni
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less