Hari Pertama Kerja, Kang DS Genjot PAD dan Telusuri Kejelasan Aset Pemkab di Arcamanik
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
- visibility 72
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Ali Syakieb melakukan sidak ke kantor Bapenda Kabupaten Bandung pasca libur Lebaran 2026
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABUPATEN BANDUNG, inplusnews.com – Mengawali hari kerja pertama usai libur Lebaran dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H, Rabu (25/3/2026), Bupati Bandung, Dadang Supriatna, langsung melakukan langkah taktis. Didampingi Wakil Bupati Ali Syakieb dan Sekda Cakra Amiyana, orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke kantor Bapenda dan BKAD.
Sidak yang berlangsung di Komplek Pemkab Bandung, Jalan Al Fathu, Soreang ini bertujuan untuk memastikan mesin pendapatan daerah dan pengelolaan aset tetap berjalan prima di awal kuartal kedua tahun ini.
Capaian PAD Tembus Rp1,2 Triliun
Dalam kunjungannya di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Bupati yang akrab disapa Kang DS ini menerima laporan performa keuangan daerah. Tercatat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi telah menyentuh angka Rp1,2 triliun dari target total sebesar Rp6,2 triliun.
Lonjakan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata Jawa Barat selama masa libur panjang dinilai menjadi faktor pendorong signifikan bagi penerimaan kas daerah.
“Kita optimistis pembangunan di Kabupaten Bandung dapat terlaksana maksimal. Kami alokasikan sekitar Rp300 miliar dari PAD untuk infrastruktur strategis, mulai dari akses jalan wisata hingga dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Kang DS.
Soroti Aset “Hilang” di Arcamanik
Fokus sidak beralih ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Kang DS memberikan instruksi tegas terkait pendataan ribuan titik aset tanah milik pemda. Ia menekankan agar lahan tidur segera difungsikan untuk pertanian produktif guna mendukung ketahanan pangan.
Namun, poin yang menjadi sorotan utama adalah status aset lahan di kawasan Arcamanik, Kota Bandung. Lahan yang kini telah menjadi area elit seperti lapangan golf, pacuan kuda, dan perumahan tersebut dipertanyakan legalitasnya.
“Saya akan menanyakan langsung kepada pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai kejelasan status tanah seluas 67,5 hektare milik Pemkab Bandung yang dititipkan di sana. Jika sudah ada proses tukar guling (ruislag), saya ingin melihat dokumen resminya,” tegas Kang DS.
Berdasarkan data awal, luas lahan di wilayah tersebut semula tercatat 100 hektare, namun kini hanya tersisa sekitar 76,5 hektare. Penelusuran ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bandung guna menyelamatkan aset negara dan menjaga stabilitas fiskal daerah.
Kang DS menutup sidaknya dengan memberikan apresiasi tinggi kepada para wajib pajak yang patuh, karena kontribusi mereka adalah tulang punggung pembangunan di Bumi Sabilulungan.***
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi

