Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » PMI Kota Bandung Operasikan Lab Darah Digital Pertama di Indonesia

PMI Kota Bandung Operasikan Lab Darah Digital Pertama di Indonesia

  • account_circle Doni
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, inplusnews.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung mencetak sejarah baru dalam dunia kesehatan nasional. Pada Senin, 4 Mei 2026, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi meluncurkan fasilitas Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA). Inovasi ini menjadikan PMI Kota Bandung sebagai pionir pengguna teknologi tersebut di Indonesia, sekaligus yang ketiga di tingkat Asia Tenggara.

Lab Darah Digital; Digitalisasi untuk Akurasi dan Efisiensi

Dalam sambutannya, Muhammad Farhan menekankan bahwa integrasi teknologi mutakhir ini adalah lompatan besar bagi digitalisasi layanan kesehatan di Kota Bandung.

“Kami meresmikan fasilitas ini sebagai upaya nyata mengoptimalkan pengelolaan donor darah. Melalui teknologi terbaru, prosesnya menjadi jauh lebih efisien dan optimal,” ungkap Farhan.

Sistem GLP dan WBA memungkinkan proses pengolahan darah dilakukan secara otomatis. Keunggulan utamanya meliputi:

  • Kecepatan Produksi: Transformasi darah utuh menjadi komponen seperti plasma, trombosit, leukosit, dan Packed Red Cells (PRC) berlangsung lebih singkat.
  • Keamanan Data: Sistem pencatatan digital meminimalisir risiko kesalahan manusia (human error), seperti kekeliruan input data atau tertukarnya sampel darah.
  • Kapasitas Besar: Laboratorium ini mampu memproses lebih dari 1.000 sampel darah setiap harinya, memastikan stok darah untuk masyarakat tetap terjaga.

PMI Kota Bandung Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan pengadaan fasilitas ini tidak lepas dari sinergi antara PMI Kota Bandung, PMI Jawa Barat, dan PMI Pusat, serta kemitraan strategis dengan pihak swasta, yakni PT Abbott dan PT Istama Ranoraya.

Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto, menyatakan bahwa langkah ini adalah bentuk implementasi UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. PMI berkomitmen menyediakan suplai darah yang tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki standar kualitas internasional.

“Penerapan sistem GLP ini diharapkan menjadi standar baru bagi unit donor darah di seluruh negeri. Setelah Bandung, PMI DKI Jakarta dan Surabaya diproyeksikan akan segera menyusul,” jelas Ade.

Revolusi Digital Layanan Darah: PMI Kota Bandung Operasikan Laboratorium Otomatis Pertama di Indonesia
Revolusi Digital Layanan Darah: PMI Kota Bandung Operasikan Laboratorium Otomatis Pertama di Indonesia

Dorong Gaya Hidup Sehat Masyarakat

Selain memperkuat infrastruktur medis, Wali Kota Farhan juga mengajak warga Bandung untuk semakin rutin mendonorkan darah. Dengan teknologi baru ini, pendonor secara otomatis mendapatkan skrining kesehatan yang jauh lebih akurat melalui tes darah mereka.

Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan medis mendesak, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memantau kondisi kesehatan secara berkala demi mewujudkan Bandung yang lebih sehat.***

  • Penulis: Doni
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less