Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » ISBI Bandung Kirim 273 Mahasiswa KKN 2025, Dukung Sumedang Menjadi Pusat Kebudayaan Sunda

ISBI Bandung Kirim 273 Mahasiswa KKN 2025, Dukung Sumedang Menjadi Pusat Kebudayaan Sunda

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 360
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumedang, inplusnews.com Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung secara resmi melepas 273 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 ke Pemerintah Kabupaten Sumedang, sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam pengabdian kepada masyarakat.

Para mahasiswa yang dikirim berasal dari lima program studi berbeda, yakni Seni Tari (55 mahasiswa), Karawitan (76 mahasiswa), Teater (48 mahasiswa), Seni Murni (29 mahasiswa), serta Antropologi Budaya (64 mahasiswa).

Prosesi serah terima peserta dilakukan pada Selasa, 22 Juli 2025 di Kantor Pemerintah Kabupaten Sumedang. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumedang, jajaran pejabat daerah, Rektor dan sivitas akademika ISBI Bandung, perwakilan Bank Mandiri Region VI Jawa Barat, Camat Rancakalong, serta tamu undangan lainnya.

Mengusung tema “Kontribusi Kampus Berdampak terhadap Penguatan Visi-Misi Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda”, kegiatan ini merupakan implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini akan berlangsung selama 35 hari, mulai dari 22 Juli hingga 27 Agustus 2025.

Terdapat 10 desa di Kecamatan Rancakalong yang menjadi lokasi KKN, yaitu Sukasirnarasa, Pasir Biru, Rancakalong, Pamekaran, Cibunar, Nagarawangi, Cibungur, Pangadegan, Sukahayu, dan Sukamaju. Wilayah ini dipilih karena kaya akan potensi budaya yang masih belum tergarap maksimal.

Wakil Rektor I ISBI Bandung, Indra Ridwan, S.Sos., M.Sn., M.A., Ph.D.

Wakil Rektor I ISBI Bandung, Indra Ridwan, S.Sos., M.Sn., M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa pemilihan lokasi KKN mempertimbangkan relevansi nilai budaya lokal dengan misi kampus berdampak yang tengah dijalankan ISBI Bandung.

Selain mendukung program pelestarian budaya, kegiatan ini juga sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, termasuk bidang sosial kemasyarakatan, pengembangan pariwisata berbasis budaya, serta pemberdayaan ekonomi kreatif. Tak hanya itu, kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai mitra lokal.

“Potensi budaya lokal seperti geotheater, seni tari tradisional, hingga kekayaan kesenian rakyat bisa menjadi media belajar sekaligus pemberdayaan masyarakat yang efektif,” ujar Indra.

Lebih jauh, Indra menambahkan bahwa KKN ini tidak hanya fokus pada sektor seni budaya, tetapi juga akan menyentuh isu-isu sosial seperti penanganan stunting dan pengelolaan limbah yang menjadi perhatian pemerintah daerah.

Ada tiga luaran utama dari program KKN tahun ini:

  1. Pagelaran seni budaya pada 23 Agustus 2025 di Geotheater Rancakalong, yang akan menampilkan drama tari berjudul “Hanjuang di Kutamaya” serta pertunjukan seni dari 10 desa.
  2. Pengaktifan gedung Geotheater Rancakalong sebagai pusat pertunjukan seni dan budaya.
  3. Pembuatan 10 buku Database Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Desa.
Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimarwati, S.Sen., M.Hum. (Tengah).

Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimarwati, S.Sen., M.Hum., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi jangka panjang ISBI untuk menjadikan Sumedang sebagai episentrum budaya Sunda.

“Visi kami dengan Sumedang sejalan. ISBI bergerak pada ranah internasional, sementara Sumedang sebagai pondasi dari kebudayaan Sunda itu sendiri,” ungkap Retno.

Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari kemitraan budaya yang telah terjalin sejak perayaan Hari Jadi ke-447 Kabupaten Sumedang. Selain KKN, ISBI juga terlibat dalam digitalisasi arsip budaya, penelitian etnografi, hingga revitalisasi Museum Raden Machjar Angga Koesoemadinata.

Retno juga mengungkapkan bahwa karya dramatari “Hanjuang di Kutamaya” diharapkan menjadi ikon budaya baru yang menggambarkan sejarah Sumedang. Selain itu, pihaknya tengah melakukan digitalisasi dokumen milik Mahyar Angga Dikusumah, tokoh etnomusikologi asal Sumedang, agar dapat masuk dalam program Memori Kolektif Bangsa (MKB) bersama Arsip Nasional RI.

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, S.H., M.Kn.

Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, S.H., M.Kn., mengapresiasi langkah ISBI Bandung dalam memperkuat identitas budaya lokal. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN sangat penting untuk mendukung pelestarian dan regenerasi budaya di tengah arus globalisasi.

“Kegiatan KKN ini sangat strategis. Kami tidak hanya mengharapkan eksplorasi budaya, tapi juga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu sosial seperti stunting dan pengelolaan sampah,” ujarnya.

Pemkab Sumedang juga tengah merancang kalender tahunan seni dan budaya, di mana ISBI Bandung akan berperan dalam menyusun hingga merealisasikan program-program tersebut di berbagai pusat kegiatan budaya seperti Geotheater dan Sumedang Kreatif Center.

Vice President Bank Mandiri Region VI Jawa Barat, Bapak Nopi Sukarsono

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Bank Mandiri Region VI Jawa Barat. Vice President Bank Mandiri, Nopi Sukarsono, menyampaikan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

“Kami tidak hanya hadir dalam hal finansial, tapi juga mendukung inisiatif yang memajukan seni dan budaya daerah. ISBI Bandung adalah mitra yang tepat untuk kolaborasi ini,” ucap Nopi.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sektor swasta, program KKN ISBI Bandung 2025 diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang turut melestarikan budaya lokal. Sumedang pun diyakini mampu berkembang menjadi Puseur Budaya Sunda yang kuat, modern, dan berakar pada tradisi.

 

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less