Gerakan “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota” Resmi Diluncurkan di Bandung
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 1 Sep 2025
- visibility 112
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lahirnya Gerakan Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung, inplusnews.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meresmikan lahirnya gerakan Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota sebagai strategi bersama dalam memperkuat keamanan, ketertiban, serta kesejahteraan masyarakat di Kota Bandung.
Menurut Farhan, Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat kerap menjadi pusat penyampaian aspirasi, termasuk melalui aksi unjuk rasa mahasiswa dan kelompok masyarakat. Meski begitu, aktivitas kota tetap berlangsung normal.
“Momentum hari ini membuka cakrawala baru bagi kita semua. Kota Bandung sedang menunjukkan kuatnya konsolidasi dan kolaborasi antarwarga,” kata Farhan, Senin (1/9/2025).
Demo Sebagai Bagian Demokrasi
Farhan menegaskan, demonstrasi adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang dilindungi konstitusi. Pemerintah Kota Bandung, lanjutnya, menyikapi dinamika itu dengan tetap fokus pada pelayanan publik dan menjaga stabilitas.
“Unjuk rasa harus diterima dengan lapang dada. Pemerintah terus memantau perkembangannya, sambil memastikan pelayanan masyarakat berjalan,” ujarnya.
Siskamling Hingga Partisipasi DPRD
Gerakan Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota akan dimulai dari level kecamatan. Bentuk kegiatannya beragam, termasuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang sudah berjalan sejak akhir pekan lalu.
Tak hanya aparat, RT, dan RW, program ini juga melibatkan 50 anggota DPRD Kota Bandung. Para legislator diminta kembali ke daerah pemilihan masing-masing untuk ikut menjaga keamanan dan memperhatikan kesejahteraan warganya.
“Dewan sepakat turun langsung ke masyarakat, ikut berjaga dan mendukung program ini,” jelas Farhan.

Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota, Bandung Kondusif, Kolaborasi Masyarakat, Keamanan Kota Bandung, Farhan Wali Kota Bandung, DPRD Bandung, Siskamling Bandung, Aksi Unjuk Rasa Bandung, Pemerintah Kota Bandung
Perbaikan Fasilitas Publik Pasca Demo
Selain fokus pada keamanan, Pemkot Bandung menyiapkan langkah pemulihan fasilitas umum pasca aksi unjuk rasa. Titik-titik seperti Cikapayang, Sulanjana, Diponegoro, dan Jalan Sentot sudah dibersihkan.
“Perbaikan penuh, termasuk lampu lalu lintas dan CCTV, dilakukan setelah aparat memastikan kondisi benar-benar kondusif,” terang Farhan.
Dunia Pendidikan Tetap Jalan
Di sektor pendidikan, pemerintah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk sementara waktu. Farhan menyebut, jika evaluasi menunjukkan kondisi membaik, maka sekolah bisa kembali beroperasi normal mulai Rabu.
“Hari ini dan besok masih PJJ. Semoga Rabu semua sekolah bisa tatap muka 100 persen,” ucapnya.
Introspeksi Pemerintah dan Dewan
Farhan menilai, dinamika aksi beberapa hari terakhir menjadi pengingat bagi pemerintah dan DPRD untuk lebih peka terhadap aspirasi masyarakat.
“Kita harus memastikan semua kebijakan benar-benar memberi manfaat, bukan sekadar agenda pemerintah,” katanya.
Gerakan Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota dipimpin oleh setiap kecamatan melalui musyawarah warga. Kehadiran anggota dewan di tingkat kecamatan diharapkan memperkuat sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat dalam menjaga Bandung tetap aman dan kondusif.
“Intinya, warga jaga warga berarti menjaga wilayah. Karena itu, koordinasi dipusatkan di kecamatan melalui musyawarah bersama warga,” pungkas Farhan.
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi
- Sumber: Diskominfo Kota Bandung

