Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advetorial » Kisah Inspiratif Mayjen TNI Kosasih: Sang ‘Jenderal Santri’ di Pucuk Komando Siliwangi

Kisah Inspiratif Mayjen TNI Kosasih: Sang ‘Jenderal Santri’ di Pucuk Komando Siliwangi

  • account_circle Doni
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Intelektual Muda dengan Wawasan Global

Mayjen TNI Kosasih membuktikan bahwa seorang prajurit santri bisa bersaing di panggung internasional. Selain kenyang dengan operasi dalam negeri seperti di Timor Timur dan Irian Jaya, ia juga memiliki rekam jejak diplomasi militer yang luas.

Ia pernah bertugas mengawal VVIP di berbagai belahan dunia, mulai dari Korea Selatan, Australia, hingga negara-negara Eropa seperti Prancis dan Rusia. Secara akademis, ia pun mumpuni dengan gelar Magister Manajemen, yang membuatnya mampu mengelola organisasi militer dengan pendekatan modern yang berbasis analisis data.

Kisah Hidup Mayjen TNI Kosasih Adalah Bukti Bahwa Doa Dan Kerja Keras Tidak Pernah Mengkhianati Hasil

Kisah Hidup Mayjen TNI Kosasih Adalah Bukti Bahwa Doa Dan Kerja Keras Tidak Pernah Mengkhianati Hasil

Pangdam Siliwangi yang Membumi

Kini, menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi ke-47, ia seolah pulang ke “rumah” asalnya. Memiliki nama yang sama dengan Pangdam Siliwangi tahun 1958, R.A. Kosasih, perjalanan hidupnya terasa seperti takdir yang sudah digariskan.

Di bawah kepemimpinannya, Kodam Siliwangi semakin menonjolkan sisi religius dan humanis. Prinsip utamanya, “Jabatanku adalah Ibadahku”, menjadi landasan bagi seluruh prajurit di Jawa Barat dan Banten untuk bekerja dengan hati dan mengutamakan manfaat bagi rakyat.

Segera Dibukukan sebagai Inspirasi Nasional

Kabar baik bagi masyarakat Indonesia, jejak kehidupan sang ‘Jenderal Santri‘ ini rencananya akan segera diterbitkan dalam bentuk buku. Buku tersebut bertujuan untuk menyebarkan pesan positif bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk menjadi pemimpin bangsa, asalkan disertai dengan integritas dan kemandirian.***

  • Penulis: Doni
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less