Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » TNI/POLRI » Pangdam III/Siliwangi Tegaskan Program Citarum Harum Harus Terus Berlanjut Meski Tanpa Anggaran Pusat

Pangdam III/Siliwangi Tegaskan Program Citarum Harum Harus Terus Berlanjut Meski Tanpa Anggaran Pusat

  • account_circle Doni
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 370
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABUPATEN BANDUNG, inplusnews.com, “Pangdam III/Siliwangi Tegaskan Program Citarum Harum Harus Terus Berlanjut Meski Tanpa Anggaran Pusat”— Satgas Citarum Harum bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung, aparat kewilayahan, komunitas, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah di kawasan Oxbow Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat (31/10/2025). Kegiatan kolaboratif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Citarum.

Pembersihan dilakukan dengan melibatkan ratusan relawan, anggota TNI, dan komunitas pecinta lingkungan. Berbagai peralatan seperti perahu sampah, alat berat ekskavator, serta truk pengangkut dikerahkan untuk mengangkat sampah yang menutupi aliran sungai. Dari kegiatan tersebut, puluhan ton sampah berhasil diangkut, membuat aliran air di Oxbow kembali lancar.

Pangdam Iii Siliwangi Mayjen Tni Kosasih Menegaskan Penanganan Sampah Di Sungai Citarum Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah Atau Tni Semata
Pangdam III/Siliwangi – Mayjen Tni Kosasih Menegaskan Penanganan Sampah Di Sungai Citarum Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah Atau Tni Semata.

Pangdam III/Siliwangi: Sampah Musuh Bersama, Citarum Harus Terus Hidup

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menegaskan, penanganan sampah di Sungai Citarum bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau TNI semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan bahwa Sungai Citarum adalah sumber kehidupan, sehingga kesadaran bersama untuk menjaganya menjadi kunci utama.

“Citarum Harum ini sudah digagas oleh Pangdam-Pangdam sebelumnya dan harus terus kita lanjutkan. Sampah ini musuh kita bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau TNI, tapi masyarakat juga harus ikut berperan,” tegas Kosasih.

Kosasih mengapresiasi peran aktif LSM, komunitas, dan warga yang dengan sukarela turut menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menyoroti bahwa meski pada tahun ini tidak ada alokasi anggaran dari pemerintah pusat, Kodam III/Siliwangi tetap berkomitmen melanjutkan program Citarum Harum dengan menggandeng pihak swasta dan perusahaan melalui program CSR.

“Walaupun tidak ada anggaran dari pusat, saya perintahkan jajaran untuk terus melanjutkan program ini. Kita akan gandeng CSR dan pabrik-pabrik agar peduli terhadap lingkungan. Karena ini demi anak cucu kita, jangan sampai mereka kekurangan air bersih,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyebab utama kotornya sungai bukan semata karena kurangnya program, melainkan karena perilaku masyarakat yang belum sadar pentingnya menjaga kebersihan.

“Menurut saya, ini karena pola pikir dan perilaku kita sendiri. Kalau masyarakat peduli, tidak akan ada sampah di sungai. Sungai seharusnya menjadi sumber kehidupan, bukan tempat sampah,” kata Kosasih.

Dansektor 2 Citarum Kolonel Inf Satyo Ariyanto Menjelaskan Kegiatan Bersih Sungai Di Oxbow Bojongsoang Melibatkan Sekitar 300 Peserta Dari Berbagai Unsur Masyarakat Komunitas Dan Lembaga Sosial
Dansektor 2 Citarum Kolonel Inf. Satyo Ariyanto (Tengah) Menjelaskan Kegiatan Bersih Sungai Di Oxbow Bojongsoang Melibatkan Sekitar 300 Peserta Dari Berbagai Unsur Masyarakat Komunitas Dan Lembaga Sosial

Dansektor 2: 45–50 Ton Sampah Diangkut dari Oxbow

Sementara itu, Dansektor 2 Citarum Kolonel Inf. Satyo Ariyanto menjelaskan, kegiatan bersih sungai di Oxbow Bojongsoang melibatkan sekitar 300 peserta dari berbagai unsur masyarakat, komunitas, dan lembaga sosial.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini dihadiri Bapak Pangdam dan diikuti sekitar 300 orang. Semua bekerja dengan semangat dan keikhlasan tanpa bayaran, murni karena kepedulian terhadap Citarum,” ujar Satyo.

Ia menyebutkan, sedikitnya sembilan truk sampah berhasil diangkut dari lokasi tersebut. Jika satu truk berisi rata-rata lima ton, maka total sampah yang dibersihkan mencapai 45 hingga 50 ton. Sampah tersebut sebagian besar berasal dari wilayah Cigebar, Cikoneng, dan aliran air dari kawasan Buah Batu, Kota Bandung.

Satyo menambahkan, Satgas Citarum Harum tahun 2025 memfokuskan penanganan pada tiga hal utama: pengendalian sampah, pengawasan limbah industri dan domestik, serta sosialisasi lingkungan kepada masyarakat dari tingkat desa hingga provinsi.

“Persoalan sampah ini juga berkaitan dengan kesadaran masyarakat. Banyak warga yang masih membuang sampah ke sungai, apalagi saat musim hujan. Mindset ini yang harus kita ubah,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih.

Edukasi dan Kepedulian Masyarakat

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menyampaikan pentingnya edukasi pengelolaan sampah dari rumah tangga. Menurutnya, pemilahan dan pengolahan sampah organik dan anorganik perlu menjadi kebiasaan masyarakat.

“Material organik dapat melalui proses dekomposisi untuk dijadikan kompos, sementara material anorganik dapat dikelola atau disetorkan melalui fasilitas bank sampah. Ini bagian dari tanggung jawab lingkungan yang harus dimulai dari rumah,” ujarnya.

Ketua Harian Satgas Citarum Harum, Mayjen TNI (Purn.) Dedi Kusnadi Thamim, menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat akan terus diperkuat. Kegiatan pembersihan seperti di Oxbow Bojongsoang diharapkan menjadi ruang belajar langsung bagi masyarakat tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan.

Kegiatan Pembersihan Seperti Di Oxbow Bojongsoang Diharapkan Menjadi Ruang Belajar Langsung Bagi Masyarakat
Kegiatan Pembersihan Seperti Di Oxbow Bojongsoang Diharapkan Menjadi Ruang Belajar Langsung Bagi Masyarakat

Salah satu peserta kegiatan, Eva Maryani, siswi SMKN 6 Baleendah, mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari kegiatan tersebut.

“Sampah kecil yang dibuang ke sungai ternyata dampaknya besar sekali. Kami jadi sadar pentingnya menjaga kebersihan sungai,” ujarnya.***“Pangdam III/Siliwangi Tegaskan Program Citarum Harum Harus Terus Berlanjut Meski Tanpa Anggaran Pusat”

  • Penulis: Doni
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less