Sosialisasi Digelar Sebagai Bentuk Pengabdian Iidi Kepada Masyarakat Sekaligus Menekan Peningkatan Kasus Tbc Yang Kini Menjadi Perhatian Serius Pemerintah
IIDI Bandung memperingati HUT ke-71 dengan sosialisasi pencegahan TBC dan penyuluhan gizi seimbang. Acara ditutup pembagian sayuran sehat kepada peserta.
Bandung, inplusnews.com, “IIDI Bandung Gelar Sosialisasi TBC dan Edukasi Gizi Seimbang di HUT ke-71” – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-71 Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), IIDI Cabang Bandung menggelar kegiatan sosial berupa sosialisasi pencegahan penyakit menular Tuberkulosis (TBC) serta penyuluhan gizi seimbang dan konsep Isi Piringku. Acara berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025 di Bumi Samami, Bandung.
Ketua IIDI Cabang Bandung, Lia Prihariadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program kesehatan dan sosial.
Selain Dihadiri Perwakilan Dari IDI Kota Bandung Kegiatan Juga Dihadiri Oleh Lurah Dan Kepala Puskesmas Setempat
“IIDI (Ikatan Istri Dokter Indonesia) Cabang Bandung hari ini menggelar acara untuk berbagi ilmu dan berbagi makanan sehat. Ini bagian dari rangkaian ulang tahun ke-71, sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema TBC dipilih karena penyakit tersebut tengah menunjukkan peningkatan kasus baik secara nasional maupun di Kota Bandung.
“Waktu kami berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan, mereka menyampaikan bahwa kasus TBC meningkat di seluruh Indonesia, termasuk Bandung. Kami sebenarnya memiliki program penanganan stunting, namun karena TBC juga sedang naik, maka dua isu ini kami padukan,” jelasnya.
Ketua IIDI Cabang Bandung Lia Prihariadi (Tengah) Menyampaikan Bahwa Kegiatan Ini Merupakan Bagian Dari Komitmen Organisasi Dalam Menghadirkan Manfaat Nyata Bagi Masyarakat
Menurut Lia, edukasi tentang gizi seimbang menjadi sangat relevan karena pola makan sehat dapat mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus memperkuat imunitas penderita TBC.
Plt. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, SpDLP., PhD, yang hadir saat acara, menyampaikan situasi TBC terkini.
“Tuberkulosis masih menjadi masalah besar. Indonesia berada di peringkat dua dunia untuk jumlah kasus TBC. Jawa Barat adalah provinsi dengan kasus terbanyak, dan Kota Bandung berada di posisi kedua terbanyak di Jabar,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat hingga daerah saat ini menempatkan penanganan TBC sebagai program prioritas, termasuk Presiden Prabowo yang menargetkan Indonesia bebas TBC pada tahun 2030.
(Kiri) Plt. Kabid Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit P2P Dinas Kesehatan Kota Bandung – dr. Dadan Mulyana Kosasih SpDLP. Ph.D Yang Hadir Saat Acara Menyampaikan Situasi TBC Terkini
Namun, dr. Dadan mengingatkan bahwa beban penanganan TBC tidak bisa ditanggung oleh fasilitas kesehatan saja.
“TBC sulit disembuhkan dan membutuhkan ketekunan pengobatan yang panjang. Karena itu, peran semua pihak sangat penting. Pemerintah berperan dari sisi kebijakan, organisasi seperti IIDI memberikan edukasi, sementara masyarakat harus disiplin berobat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran kader di tingkat kelurahan untuk mengawal pasien tetap patuh menjalani pengobatan.
“Harapan kita, dengan kolaborasi semua pihak, target eliminasi TBC pada 2030 bisa tercapai,” ujarnya.
Kegiatan peringatan HUT ke-71 IIDI ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mengajak peserta untuk memahami pentingnya asupan gizi seimbang sebagai pondasi kesehatan keluarga. Sesi pembagian makanan sehat turut melengkapi rangkaian acara sebagai bentuk edukasi praktis bagi warga.
Melalui kegiatan ini, IIDI Cabang Bandung menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam memperkuat derajat kesehatan masyarakat, khususnya melalui pendekatan edukasi, pencegahan penyakit, dan pemenuhan gizi seimbang.***“IIDI Bandung Gelar Sosialisasi TBC dan Edukasi Gizi Seimbang di HUT ke-71”