Refleksi Kemenangan Paskah di GKMI Bandung: Menghadirkan Damai Melalui Ibadah dan Aksi Nyata
- account_circle Doni
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- visibility 66
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana Ibadah Paskah Di Gereja GKMI Bandung Yang Diisi Dengan Penampilan Drama Dan Paduan Suara Jemaat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, inplusnews.com — Sukacita dan kekhidmatan menyelimuti jemaat Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Bandung dalam perayaan Paskah yang digelar pada Minggu pagi (5/4/2026). Momentum kebangkitan Yesus Kristus tahun ini diperingati dengan rangkaian ibadah kreatif yang memadukan unsur liturgi, seni drama, serta nyanyian pujian yang menggugah jiwa.
Pesan Perubahan dan Perdamaian
Ketua Jemaat GKMI Bandung, Pdt. El Sitompul, S.Si., dalam pesannya menekankan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan rutin, melainkan pengingat akan kehadiran Tuhan yang membawa kemenangan atas kehinaan. Ia merefleksikan perjalanan sengsara Kristus mulai dari Rabu Abu hingga pengorbanan di kayu salib.
“Kehinaan Kristus di kayu salib justru memberikan kemenangan bagi hidup kita. Melalui momen Paskah ini, kiranya terjadi perubahan dalam diri kita untuk menjadi pribadi yang menghadirkan damai dan cinta kasih Tuhan bagi sesama dan lingkungan,” ujar Pdt. El Sitompul saat ditemui usai ibadah.
Beliau juga mengajak seluruh jemaat untuk menjadi pembawa damai di tengah dunia, sebagaimana Tuhan telah mendamaikan manusia melalui kebangkitan-Nya. “Selamat Paskah untuk kita semua, kiranya Tuhan Yesus memberkati kita,” tambahnya.

Ketua Jemaat GKMI Bandung Pdt. El Sitompul S.Si . Dalam Pesannya Menekankan Bahwa Paskah Bukan Sekadar Perayaan Rutin
Rangkaian Masa Raya Paskah dan Kepedulian Sosial
Kemeriahan Paskah di GKMI Bandung merupakan puncak dari rangkaian kegiatan panjang yang dikelola oleh Panitia Masa Raya Paskah. Ketua Panitia, Martin Nainggolan, menjelaskan bahwa jemaat telah melalui berbagai tahapan ibadah mulai dari Minggu Palmarum, Rabu Abu, Kamis Putih, hingga Jumat Agung.
Namun, yang menarik pada tahun ini, perayaan Paskah yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi GKMI Bandung untuk menunjukkan toleransi dan kepedulian antarumat beragama.
“Selain rangkaian ibadah, kami aktif berkontribusi kepada masyarakat melalui aksi nyata. Kami membagikan nasi boks kepada warga sekitar gereja di tengah suasana bulan Ramadan. Kami berharap melalui langkah kecil ini, damai dan sukacita Paskah dapat terpancar nyata bagi lingkungan,” ungkap Martin.

Ketua Panitia Paskah GKMI Bandung Martin Nainggolan Menjelaskan Bahwa Jemaat Telah Melalui Berbagai Tahapan Ibadah Mulai Dari Minggu Palmarum Rabu Abu Kamis Putih Hingga Jumat Agung
Baca Juga: Ragam Perayaan Hari Besar Keagamaan dan Toleransi di Kota Bandung
Penampilan Seni yang Memukau
Ibadah Paskah pagi tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan drama teatrikal yang membawakan kisah kebangkitan, serta persembahan nyanyian dari berbagai kategorial jemaat. Perpaduan seni ini berhasil membawa suasana ibadah menjadi lebih hidup dan penuh makna bagi jemaat yang hadir.
Perayaan ini ditutup dengan doa bersama untuk perdamaian bangsa, mempertegas komitmen GKMI Bandung untuk terus menjadi berkat bagi masyarakat luas.***
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi


Saat ini belum ada komentar