Kabupaten Tasikmalaya Rayakan Hari Jadi ke-393, Sejarah Sukapura Dibacakan dalam Rapat Paripurna
- account_circle Doni
- calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
- visibility 198
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tasikmalaya, inplusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya yang ke-393, Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya bersama DPRD menggelar rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (26/07/2025). Momen ini menjadi lebih bermakna saat Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, A.P., M.I.P., membacakan sejarah panjang berdirinya Kabupaten Tasikmalaya yang berakar dari kerajaan kecil bernama Sukakerta, cikal bakal Kabupaten Sukapura.
Asal-Usul Sukapura dan Masa Penaklukan Mataram
Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi mengungkapkan, Kabupaten Tasikmalaya dahulu dikenal dengan nama Kabupaten Sukapura, yang berasal dari wilayah kerajaan kecil bernama Sukakerta. Kerajaan ini merupakan bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran dan dipimpin oleh Sri Gading Anteg.
Setelah Kerajaan Sunda Pajajaran runtuh pada 1579, wilayah Sukakerta bergabung ke dalam kekuasaan Sumedang Larang. Namun, situasi politik dan ekspansi militer Kerajaan Mataram di bawah Sultan Agung pada abad ke-16 menyebabkan Sukakerta menjadi koloni Mataram.
Tokoh lokal Kiwirawangsa dan para Umbul lainnya seperti Ki Samahita dan Ki Asta Manggala berperan penting dalam peristiwa penolakan terhadap Dipati Ukur yang berujung pada kekalahan besar di Batavia tahun 1630.

Lahirnya Kabupaten Sukapura
Sebagai bentuk penghargaan atas kesetiaan dan jasa Kiwirawangsa, pada tanggal 9 Muharam 1042 Hijriah (sekitar tahun 1632 Masehi), Sultan Agung mengangkatnya sebagai Bupati pertama dengan gelar Raden Tumenggung Wiradadaha I, sekaligus menandai berdirinya Kabupaten Sukapura. Saat itu, ibu kota pemerintahan berada di Sukaraja.
Perjalanan Panjang Para Bupati Sukapura
Seiring berjalannya waktu, Kabupaten Sukapura mengalami perkembangan pesat di bawah kepemimpinan para bupati dari trah Wiradadaha. Beberapa di antaranya bahkan mencatatkan sejarah penting dalam pembangunan dan harmonisasi antara pemerintahan dengan nilai-nilai keagamaan.
Ibu kota kabupaten sempat dipindahkan ke Manonjaya, sebelum akhirnya pada tanggal 1 Oktober 1901 dipindahkan ke Tasikmalaya dan diresmikan pada 1 Desember 1901. Momen penting lainnya adalah pada tanggal 1 Januari 1913, saat nama resmi Kabupaten Sukapura diubah menjadi Kabupaten Tasikmalaya.
Daftar Bupati dan Wakil Bupati Modern
Wakil Bupati juga membacakan secara lengkap nama-nama bupati yang pernah memimpin Tasikmalaya dari masa kemerdekaan hingga era modern, mulai dari R. Tubagus Abas Wilaga Somantri (1948) hingga H. Cecep Nurul Yakin sendiri sebagai bupati terpilih periode 2025–2030.
Dalam catatan sejarah tersebut, jabatan wakil bupati diperkenalkan sejak masa kepemimpinan H. Adang Rusman, dan hingga saat ini sudah ada delapan wakil bupati yang tercatat, termasuk H. Asep Sopari Al-Ayubi untuk periode 2025–2030.
Harapan di Usia 393 Tahun
Mengakhiri pembacaan sejarah, Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi menekankan pentingnya menjadikan sejarah sebagai cermin untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Tempatkan impianmu di masa depan dan jadikan sejarah sebagai tempat mencari pelajaran. Semoga Allah SWT menjadikan Tasikmalaya sebagai kabupaten yang semakin maju dan diberkahi,” pungkasnya. Rapat paripurna berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Momentum peringatan hari jadi ini diharapkan menjadi pemantik semangat membangun Tasikmalaya ke arah yang lebih baik dengan tetap menghargai warisan sejarah.
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi


