Resmi Digelar! Munas ke-VII APTISI Buka Jalan Transformasi Besar PTS
- account_circle Doni
- calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
- visibility 158
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung, inplusnews.com,- Bandung menjadi tuan rumah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-7 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) tahun 2025. Forum nasional ini mengangkat tema “Transformasi Perguruan Tinggi Swasta Berdampak untuk Indonesia Emas 2045” sebagai upaya memperkuat kontribusi PTS dalam mencetak generasi unggul menyongsong masa depan Indonesia.
Pembukaan Munas berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh penting berlangsung di Kampus UNIKOM Bandung, Sabtu, 02/08/2025. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., secara resmi membuka kegiatan yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat. Turut hadir pula Ketua Umum APTISI Dr. Ir. H.M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., serta Rektor Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto S., M.T., yang bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana.
Dalam sambutannya, Prof. Brian menegaskan bahwa posisi perguruan tinggi swasta sangat vital dalam pembangunan kualitas pendidikan nasional. Ia menyampaikan bahwa pemerintah mendukung penuh peran PTS sebagai pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Presiden menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan tinggi dan SDM unggul. Di sinilah PTS mengambil peran strategis. Pemerintah siap mendorong kolaborasi dan memperkuat layanan pendidikan tinggi swasta agar mampu menjawab tantangan masa depan,” ujar Prof. Brian.
Senada dengan itu, Ketua Umum APTISI, Dr. Budi Djatmiko, menyoroti pentingnya pembiayaan dan dukungan nyata pemerintah terhadap PTS, terutama dalam bentuk hibah untuk program studi. Ia menyampaikan bahwa kemitraan erat antara PTS dan pemerintah akan memperkuat fondasi pendidikan nasional.
“Pemerintah pernah menanggung biaya akreditasi di masa lalu. Kini, jika kolaborasi antara PTS dan pemerintah terus ditingkatkan, pemberian dana hibah akan sangat mungkin diwujudkan. Ini akan memperkuat ekosistem pendidikan dan mempercepat pencapaian target nasional,” ungkapnya.
Para pembicara juga menggarisbawahi sejumlah agenda penting yang harus menjadi prioritas transformasi PTS, seperti digitalisasi sistem pembelajaran, peningkatan kualitas tata kelola, serta kemitraan aktif dengan dunia industri.
Acara ini melibatkan ratusan perwakilan perguruan tinggi swasta dari berbagai daerah di Indonesia. Dukungan pun mengalir dari berbagai sponsor, baik dari kalangan pendidikan maupun dunia usaha, yang turut ambil bagian dalam menyukseskan penyelenggaraan Munas.
Munas APTISI VII ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran PTS sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun bangsa yang berdaya saing tinggi dan siap memasuki era Indonesia Emas 2045.
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi


