Rumah Baru, Harapan Baru: Cerita Ibu Ai Komala dan Sentuhan TNI di Desa Cikadu
- account_circle Doni
- calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
- visibility 148
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAB. BANDUNG BARAT, inplusnews.com – Di tengah hamparan perbukitan Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, berdiri rumah sederhana milik Ibu Ai Komala, warga Kampung PasirLame RT 02 RW 05. Rumah itu dulunya reyot, beratap bocor dan berdinding bambu yang lapuk dimakan usia. Namun kini, harapan baru mulai tumbuh—atap rumahnya sedang dinaikkan, rangka kayu disusun rapi, dan wajah rumah mulai berubah.
Semua itu terjadi berkat kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Kodim 0609/Cimahi. Salah satu sasarannya adalah rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), dan rumah Ibu Ai termasuk di dalamnya.
“Seperti Mimpi, Rumah Saya Diperbaiki Tentara”
Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Ai Komala bercerita bagaimana selama bertahun-tahun ia hidup dalam ketidakpastian, terutama saat musim hujan tiba.
“Kalau hujan datang, saya harus cepat-cepat angkat barang. Air masuk dari atap, dari lantai juga. Tapi saya cuma bisa pasrah, karena nggak punya uang buat perbaiki,” tutur Ibu Ai lirih, saat ditemui di halaman rumahnya.

Ia tak menyangka, rumah yang selama ini menjadi beban, kini mulai berdiri kokoh kembali berkat bantuan dari tangan-tangan prajurit TNI. “Saya benar-benar nggak percaya. Ini seperti mimpi. Rumah saya dibangun tentara. Terima kasih sekali,” ucapnya dengan suara yang nyaris bergetar.
Prajurit yang Menjadi Keluarga
Bagi Ibu Ai, kehadiran para anggota Satgas TMMD bukan hanya sekadar membantu pembangunan rumah. Mereka datang setiap hari, menyapa, membawa bahan bangunan, dan kadang membantu menimba air. Suasana kampung pun menjadi lebih hidup.
“Anak saya jadi senang, sering ngobrol sama bapak-bapak tentara. Mereka baik-baik, ramah, dan ringan tangan,” ungkapnya.
Menurut Kapten Inf Arif Fahrudin, yang mewakili Dansatgas TMMD Letkol Inf Ratno, kegiatan ini bukan sekadar pekerjaan pembangunan fisik, tapi bagian dari mendekatkan TNI dengan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran TNI bukan hanya saat darurat atau operasi militer, tapi juga saat mereka membutuhkan uluran tangan untuk hidup lebih layak,” ujar Kapten Arif.
Lebih dari Sekadar Rumah
Program Rutilahu ini bukan hanya menghadirkan bangunan fisik yang lebih baik, tapi juga membangkitkan semangat hidup bagi keluarga kecil seperti milik Ibu Ai. Rumah yang lebih layak berarti tidur yang lebih nyenyak, anak yang belajar lebih tenang, dan masa depan yang terasa lebih cerah.
Kini, setiap suara palu dan gergaji yang terdengar dari rumah Ibu Ai bukan lagi bunyi yang mengganggu, melainkan irama harapan—bahwa di pelosok desa, masih ada tangan-tangan yang peduli dan bekerja tanpa pamrih.
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi
- Sumber: Pendim 0609/Cimahi


