Cek Kesehatan Gratis Sasar Siswa MTs Persis Bandung
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 4 Agt 2025
- visibility 120
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung, inplusnews.com — Komitmen pemerintah dalam membangun generasi sehat terus ditunjukkan melalui berbagai program berbasis pencegahan. Salah satunya melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar, yang kali ini digelar di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Persis 1-2 Bandung, Senin pagi, 4 Agustus 2025.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan preventif menjadi kunci utama dalam mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045, sejalan dengan misi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Turut hadir Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, serta sejumlah tenaga medis dari Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di wilayah setempat.

Cegah Sejak Dini, Jaga Generasi Emas Tetap Sehat
Dalam sambutannya, Wamen Ratu Ayu menyampaikan pentingnya mengubah paradigma layanan kesehatan dari kuratif ke preventif.
“Anak-anak hari ini adalah penentu masa depan. Karena itu, kita ingin mereka tumbuh sehat sejak awal. Program CKG ini dirancang untuk menemukan risiko kesehatan sedini mungkin agar segera bisa ditangani,” jelasnya.
Pemeriksaan dalam program ini meliputi status gizi, kadar gula darah, tekanan darah, kadar hemoglobin (HB), serta pemeriksaan mata dan telinga. Tes kebugaran fisik seperti lari ringan juga dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan siswa.
Selain itu, siswa juga mengikuti skrining kesehatan mental dan potensi penyakit menular seperti hepatitis B, hepatitis C, dan tuberkulosis (TBC) melalui kuesioner tertutup. Seluruh informasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh tenaga medis.
Program CKG ini ditargetkan menjangkau lebih dari 50 juta siswa dari berbagai jenjang pendidikan—termasuk SD, SMP, SMA, madrasah, dan pesantren—yang dilaksanakan setiap awal tahun ajaran.
Untuk masyarakat umum, program ini sudah dimulai sejak 10 Februari 2025 dan telah melibatkan lebih dari 16 juta partisipan. Sementara untuk sekolah, dimulai sejak 14 Juli lalu.

Fokus Tambahan: Cegah Anemia dan Risiko Stunting
Secara khusus, program ini juga menyasar remaja putri melalui pemberian suplemen tablet tambah darah setiap pekan selama tiga bulan. Upaya ini bertujuan menurunkan angka anemia dan mencegah kelahiran anak stunting di masa mendatang.
“Jika remaja perempuan menderita anemia, mereka berisiko tinggi melahirkan anak dengan stunting. Pencegahan harus dimulai dari sekarang,” tegas Wamen.
Edukasi Berkelanjutan dan Peran Orang Tua
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang menyasar langsung generasi muda di Kota Bandung. Ia menekankan pentingnya keterlibatan siswa dan orang tua dalam menyukseskan program ini.
“Saya harap siswa jujur saat mengisi kuesioner. Itu akan mempermudah tim medis memberikan layanan yang sesuai. Jangan khawatir, semua informasi akan tetap rahasia,” ujar Erwin.
Baik Wamen maupun Wakil Wali Kota sepakat bahwa beberapa masalah kesehatan yang paling umum di kalangan pelajar saat ini meliputi anemia, diabetes tipe 2, serta gigi berlubang.
Sebagai bentuk pencegahan dini, pemeriksaan kesehatan mulut dan gigi juga dilakukan dalam CKG untuk menumbuhkan kesadaran perawatan sejak usia dini.
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi


