Semarak Kemerdekaan ke-80 RI: MT Al-Jabbar 86 Tegaskan Makna Kemerdekaan Lewat Lomba Santri, Santunan Yatim, dan Dukungan Palestina
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 18 Agt 2025
- visibility 197
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, inplusnews.com, “Semarak Kemerdekaan ke-80 RI: MT Al-Jabbar 86 Tegaskan Makna Kemerdekaan Lewat Lomba Santri, Santunan Yatim, dan Dukungan Palestina” – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Majelis Taklim (MT) Al-Jabbar 86 menggelar kegiatan istimewa yang memadukan perlombaan, santunan, dan aksi solidaritas internasional. Acara yang berlangsung di kediaman Ketua Umum MT Al-Jabbar 86, Dr. Andri Wilman ini menegaskan pesan bahwa kemerdekaan dalam perspektif Islam bukan sekadar bebas dari penjajahan, melainkan juga terbebas dari kebodohan, kemiskinan, serta mampu menghadirkan manfaat bagi sesama.
Semarak Kemerdekaan ke-80 RI – Santri Meriahkan Lomba Islami
Kegiatan dibuka dengan serangkaian lomba santri yang memadukan semangat 17 Agustus dengan nilai keislaman. Para santri dari pesantren binaan MT Al-Jabbar 86 menunjukkan kemampuannya dalam lomba murrotal Al-Qur’an dan lain sebagainya.
Selain itu, kemeriahan juga terasa lewat pertandingan khas 17an antarpondok pesantren yang diikuti ratusan santri. Antusiasme mereka menjadi simbol generasi muda yang tak hanya merayakan kemerdekaan secara seremonial, tetapi juga mengisinya dengan prestasi, ilmu, dan ketakwaan.

Abdul Hakim Dava Salah Satu Santri Binaan Mt Al-Jabbar 86
Abdul Hakim Dava, salah satu santri binaan MT Al-Jabbar 86, menyampaikan rasa syukurnya.
“Masya Allah, semua terselenggara dengan rapi dan penuh manfaat. Kami sangat berterima kasih kepada Abi Andri dan keluarga besar MT Al-Jabbar 86. Semoga acara ini semakin menguatkan ukhuwah, memajukan para santri, dan menjadikan kita lebih baik di masa depan. Kemerdekaan sejati bukan sekadar seremonial, tapi ketika kita dapat beribadah sepenuh hati dan dekat dengan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Santunan untuk Yatim, Dhuafa dan Solidaritas Palestina
Momentum kemerdekaan ini dijadikan sebagai wadah untuk memperkuat kepedulian sosial. MT Al-Jabbar 86 menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa binaan mereka, sebagai bentuk nyata komitmen untuk membantu mereka meraih “kemerdekaan” dari keterbatasan ekonomi dan pendidikan.
Tidak hanya itu, dukungan juga diberikan kepada tiga mahasiswa asal Palestina yang sedang menempuh pendidikan di Bandung, serta bantuan dana makanan untuk warga Palestina di tanah air mereka. Bantuan tersebut menjadi simbol persaudaraan umat Islam dan solidaritas terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina.
“Semangat kemerdekaan Indonesia harus sejalan dengan perjuangan bangsa lain yang masih terjajah, termasuk Palestina. Dukungan ini adalah wujud nyata ukhuwah Islamiyah,” ujar Dr. Andri Wilman.
Donasi untuk Masjid dan Pendidikan
Kegiatan ini turut disemarakkan dengan penyerahan donasi pembangunan Masjid di lingkungan SMPN 2 Bandung. Bantuan diserahkan kepada Ikatan Alumni SMPN 2 Bandung sebagai wujud partisipasi nyata dalam mendukung sarana ibadah dan pendidikan generasi mendatang.
Selain itu, MT Al-Jabbar 86 juga menyalurkan bantuan pendidikan bagi mahasiswa Palestina, serta mendistribusikan sembako untuk 12 pondok pesantren di enam kota di Jawa Barat.

Ketua Ika Smpn 2 Bandung – Ir. Santy J. Soekarno (Tengah)
Ketua IKA SMPN 2 Bandung, Ir. Santy J. Soekarno, mengucapkan rasa terima kasihnya.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Kang Andri Wilman dan MT Al-Jabbar 86 atas donasi untuk pembangunan Masjid di SMPN 2 Bandung. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan,” ucapnya.
Arti Kemerdekaan Menurut Islam
Turut hadir Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd., Direktur Pascasarjana UPI, yang menyampaikan refleksi penting tentang makna kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan sejati dalam pandangan Islam bukan hanya lepas dari penjajahan, tetapi juga dari kebodohan, kemiskinan, dan maksiat.
“Alhamdulillah, hari ini kita memperingati menjelang kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 di rumah Pak Andri. Makna kemerdekaan bagi kita adalah terbebas dari kebodohan, kemiskinan, dan perbuatan maksiat. Luar biasa, Pak Andri bersama para Member MT Al-Jabbar mengumpulkan anak-anak yatim agar mereka bisa merdeka dari keterbatasan. Beliau selalu mendorong anak-anak santri untuk semangat belajar dan bekerja keras agar kelak mandiri,” jelas Prof. Juntika.

Prof. Dr. Juntika Nurihsan M.Pd. – Direktur Pascasarjana UPI
Ia juga menegaskan bahwa dukungan MT Al-Jabbar 86 kepada Palestina adalah bagian dari solidaritas global.
“Alhamdulillah, Kang Andri dan teman-teman juga mendukung kemerdekaan Palestina. MT Al-Jabbar 86 bantu dengan beasiswa pendidikan bagi anak-anak Palestina di Bandung. Mudah-mudahan bangsa Palestina segera merdeka, dan anak-anaknya bisa menempuh pendidikan sebagaimana di Indonesia. Merdeka! Free Palestine!” tegasnya.
Merdeka dengan Memberdayakan
Acara ditutup dengan agenda rutin MT Al-Jabbar 86 berupa pemberian bantuan sembako bulanan bagi santri binaan. Semarak kemerdekaan kali ini bukan hanya dirayakan dengan lomba, tetapi juga ditandai dengan pertandingan santri, santunan yatim, pembangunan masjid, distribusi sembako, hingga solidaritas untuk Palestina.
Makna kemerdekaan yang dihadirkan MT Al-Jabbar 86 selaras dengan ajaran Islam: merdeka berarti berdaya, terbebas dari kebodohan, dan mampu menebarkan manfaat bagi orang lain.
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi

