Asosiasi Arsiparis Indonesia Aai Wilayah Jawa Barat Menggelar Rapat Kerja Raker Iv Pada 27 28 November 2025 Di Hotel Homann Bandung

Asosiasi Arsiparis Indonesia Aai Wilayah Jawa Barat Menggelar Rapat Kerja Raker Iv Pada 27 28 November 2025 Di Hotel Homann Bandung

AAI Jawa Barat menggelar Raker IV 2025 di Bandung untuk memperkuat kompetensi arsiparis, mendorong digitalisasi arsip, dan menegaskan peran strategis kearsipan daerah.

Bandung, inplusnews.com, “Raker IV AAI Jawa Barat: Penguatan SDM Arsiparis untuk Menjawab Tantangan Transformasi Digital” Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Wilayah Jawa Barat menggelar Rapat Kerja (Raker) IV pada 27–28 November 2025 di Hotel Homann Bandung. Kegiatan dua hari ini menjadi momentum penting bagi para arsiparis untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kearsipan, sekaligus mempertegas peran mereka di tengah percepatan transformasi digital pemerintahan.

Raker yang dihadiri sekitar 210 arsiparis dari berbagai instansi pemerintah daerah se-Jawa Barat ini menekankan tiga pijakan utama: profesionalitas, kemandirian, dan independensi arsiparis Indonesia. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam menjaga mutu tata kelola kearsipan yang bersih, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Penguatan SDM untuk Menjaga Arah Kearsipan Daerah

Penasehat AAI Jawa Barat, Drs. H. Kusmana Hartadji, M.M., yang juga Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, menegaskan bahwa raker ini bukan hanya agenda rutin, tetapi bentuk komitmen nyata untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi arsiparis Jawa Barat.

Penasehat Aai Jawa Barat Drs. H. Kusmana Hartadji M.m. Yang Juga Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Menegaskan Bahwa Raker Ini Bukan Hanya Agenda Rutin
Penasehat Aai Jawa Barat Drs. H. Kusmana Hartadji M.m. Yang Juga Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Menegaskan Bahwa Raker Ini Bukan Hanya Agenda Rutin

Dalam wawancaranya, ia menyampaikan apresiasi mendalam:

“Saya sangat bangga rapat kerja ini bisa mengakomodir peningkatan kapasitas dan kompetensi arsiparis di seluruh Jawa Barat. Ada sekitar 210 peserta yang hadir, ini potensi besar untuk memperkuat penyelenggaraan kearsipan, terlebih terkait kebijakan pemerintah dan program-program strategis.”

Kusmana menambahkan bahwa digitalisasi kearsipan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak. Di tengah arus data yang semakin masif, arsiparis dituntut siap menjaga keamanan, keaslian, dan keberlanjutan arsip sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah.

Perspektif Nasional: Kearsipan sebagai Pilar Penyelenggaraan Negara

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional, Dr. Andi Abubakar, S.IP., M.Si., menilai raker ini memiliki nilai strategis karena memperkuat hubungan antara instansi pembina dan organisasi profesi.

Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional Dr. Andi Abubakar S.ip . M.si . Menilai Raker Ini Memiliki Nilai Strategis Karena Memperkuat Hubungan Antara Instansi Pembina Dan Organisasi Profesi
Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional Dr. Andi Abubakar S.Ip . M.Si . Menilai Raker Ini Memiliki Nilai Strategis Karena Memperkuat Hubungan Antara Instansi Pembina Dan Organisasi Profesi

Menurutnya, AAI berperan penting dalam mengisi ruang-ruang yang tidak dapat disuarakan instansi pemerintah secara formal. Ia menegaskan:

“Kolaborasi antara instansi pembina dengan organisasi profesi itu mutlak. Ada hal-hal yang tidak bisa dibahasakan sebagai lembaga pemerintah, namun dapat diperjuangkan oleh asosiasi sebagai organisasi independen.”

Andi juga menyoroti urgensi peningkatan kualitas dan kesejahteraan arsiparis, terutama yang menduduki jabatan fungsional. Pemerintah, lanjutnya, sedang menyiapkan desain kebijakan baru untuk mendorong peningkatan kualifikasi, jalur karier, serta kesejahteraan arsiparis, sehingga profesi ini semakin dihargai dan tidak dipandang sebelah mata.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa arsiparis bukan hanya milik pemerintahan semata:

“Arsiparis ada di BUMN, swasta, sektor privat, bahkan ada arsiparis independen. Mereka semua bagian dari ekosistem kearsipan nasional dan berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan.”

AAI Nasional: Beasiswa bagi Arsiparis Berprestasi

Ketua Umum Pengurus Nasional AAI, Dr. H. Andi Kasman, S.E., M.M., turut menegaskan bahwa organisasi ini telah berkiprah selama 27 tahun dan terus memperkuat jaringan serta kompetensi anggotanya di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Umum Pengurus Nasional Aai Dr. H. Andi Kasman S.e. M.m. Turut Menegaskan Bahwa Organisasi Ini Telah Berkiprah Selama 27 Tahun
Ketua Umum Pengurus Nasional Aai Dr. H. Andi Kasman S.E. M.M. Turut Menegaskan Bahwa Organisasi Ini Telah Berkiprah Selama 27 Tahun

Dalam kurun waktu terakhir, AAI telah mengirim arsiparis untuk mengikuti pelatihan di Vietnam dan Barcelona. Tujuannya untuk memperkuat keahlian appraisal record serta penguasaan teknis kearsipan modern.

Andi Kasman menjelaskan dua fokus besar AAI nasional:

  1. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dalam dan luar negeri
  2. Peningkatan jenjang pendidikan arsiparis

Ia mengungkapkan komitmen baru:

“AAI akan memberikan beasiswa bagi arsiparis berprestasi untuk melanjutkan pendidikan magister di dalam negeri. Seleksi dilakukan di tingkat wilayah dan diteruskan ke pusat.”

Program beasiswa ini diharapkan menjadi insentif bagi arsiparis untuk terus mengembangkan diri, sejalan dengan tuntutan digitalisasi kearsipan yang semakin kompleks.

Menuju Arsiparis Profesional dan Mandiri

Raker IV AAI Jawa Barat bukan sekadar forum diskusi, tetapi wujud komitmen kolektif untuk mengubah paradigma kearsipan dari pekerjaan administratif menjadi fungsi strategis pemerintahan.

Para peserta merumuskan sejumlah langkah, di antaranya:

  • mendorong percepatan digitalisasi arsip di seluruh OPD,
  • memperkuat peran dan kapasitas arsiparis muda,
  • meningkatkan integritas dan independensi profesi,
  • memperluas kolaborasi antara AAI dengan instansi pemerintah dan swasta.

Dengan beragam tantangan di era digital, mulai dari keamanan data, standarisasi dokumen, hingga integrasi sistem arsip nasional, AAI menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi kunci keberhasilan.

Raker ini menjadi momentum bagi Jawa Barat untuk mencetak arsiparis yang mampu menjawab tantangan zaman, menjaga demokrasi melalui dokumentasi yang autentik, serta menjaga warisan administrasi negara bagi generasi berikutnya.***“Raker IV AAI Jawa Barat: Penguatan SDM Arsiparis untuk Menjawab Tantangan Transformasi Digital”