Cek Kesehatan Gratis untuk Pelajar Dimulai dari Bandung, Menkes: Deteksi Dini Kunci Anak Sehat
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 4 Agt 2025
- visibility 145
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung, inplusnews.com – Pemerintah secara resmi meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk pelajar pada Senin pagi, 4 Agustus 2025. Kegiatan perdana berlangsung di SMP Negeri 5 Kota Bandung dan diresmikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Program ini menjadi langkah awal untuk menjangkau puluhan juta siswa di seluruh Indonesia.
“Dari Bandung kita mulai. Program ini menyasar sekitar 53 juta anak di lebih dari 230 ribu sekolah dan madrasah. Anak-anak adalah pilar masa depan bangsa, dan kesehatan mereka harus dijaga sejak dini,” ujar Menteri Budi.
Pelaksanaan CKG dilakukan dengan pendekatan pemeriksaan kesehatan yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Di tingkat SD dilakukan 13 jenis pemeriksaan, SMP sebanyak 15 jenis, dan SMA sebanyak 14 jenis pemeriksaan kesehatan.
Saat kegiatan berlangsung, Menkes menyoroti hasil pemeriksaan dari 14 siswa di SMPN 5 Bandung, yang menunjukkan bahwa sembilan di antaranya mengalami gangguan penglihatan.
“Kadang-kadang nilai anak buruk bukan karena kemampuan kognitif rendah, tapi karena mereka tidak bisa melihat papan tulis dengan jelas. Jika diketahui sejak awal, kita bisa bantu. Di sinilah pentingnya deteksi dini,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa secara nasional, dua masalah utama yang sering ditemukan adalah gangguan gigi serta anemia pada remaja perempuan. Anemia, menurutnya, bisa berdampak jangka panjang, bahkan berisiko menimbulkan komplikasi saat kehamilan dan menyebabkan stunting pada generasi selanjutnya.
Budi juga mengingatkan tentang dampak penggunaan gadget yang berlebihan pada kesehatan mata anak. “Mata anak sekarang terbiasa melihat jarak dekat. Padahal, mata perlu keseimbangan, harus sering dilatih juga untuk melihat jauh,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemeriksaan gigi rutin. Masalah seperti gigi berlubang dan karang gigi bisa berdampak lebih serius bila tidak ditangani dengan baik, termasuk risiko infeksi yang menyebar ke organ vital.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik peluncuran CKG dan menyebut bahwa data hasil pemeriksaan akan menjadi bahan penting dalam merumuskan kebijakan lintas sektor.
“Data yang diperoleh akan dikompilasi oleh Dinas Kesehatan dan diteruskan ke Dinas Pendidikan, Dispora, Dinsos, dan DP3A. Semua harus terlibat aktif,” jelas Farhan.
Ia menambahkan, olahraga bisa menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus meningkatkan kesehatan jasmani. “Misalnya bulu tangkis. Ini bukan hanya melatih fisik, tapi juga mengasah koordinasi mata dan tangan,” ujarnya.
Program CKG ini diharapkan menjadi gerbang utama dalam membentuk generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan cerdas dalam rangka menyambut visi besar Indonesia Emas 2045. Melalui sinergi berbagai pihak – sekolah, keluarga, hingga instansi teknis – pemerintah ingin menegaskan bahwa kesehatan anak adalah urusan bersama, bukan semata tanggung jawab sektor medis.
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi


