Prof. Rokhmin Dahuri Ajak Muhammadiyah Kembangkan Ekonomi Hijau dan Hutan Lestari
- account_circle Doni
- calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
- visibility 305
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prof Rokhmin Dahuri Menegaskan Pentingnya Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Sebagai Pilar Ekonomi Hijau
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabupaten Bandung Barat, inplusnews.com, “Prof. Rokhmin Dahuri Ajak Muhammadiyah Kembangkan Ekonomi Hijau dan Hutan Lestari” – Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Program Green Awareness Movement dan kegiatan penanaman pohon pada 10–12 Oktober 2025 di Kampus Jayagiri BPMP Provinsi Jawa Barat, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Acara yang diikuti ratusan peserta ini dibuka oleh Ketua MLH PP Muhammadiyah, M. Azrul Tanjung, S.E., M.Si., dan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., Anggota Komisi IV DPR RI, sebagai pembicara utama.
Membangun Kesadaran Ekologis Kader Muhammadiyah
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Kader Lingkungan bagi Kader Muhammadiyah” ini bertujuan menanamkan semangat kepedulian lingkungan dan memperkuat peran kader Muhammadiyah dalam menjaga kelestarian bumi.
Peserta memperoleh pelatihan spiritual, sosial, dan teknis mengenai dakwah lingkungan, termasuk cara menyusun materi dakwah berbasis ajaran Al-Qur’an dan Sunnah yang mengajarkan keseimbangan alam.
Menurut M. Azrul Tanjung, gerakan hijau Muhammadiyah bukan sekadar kampanye menanam pohon, tetapi langkah untuk menanam kesadaran baru bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral umat Islam.

Suasana Saat Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri Ms Anggota Komisi Iv Dpr Ri Sebagai Pembicara Kunci
Rokhmin Dahuri: Hutan Bukan Sekadar Pohon, Tapi Sumber Kehidupan
Topik utama pidatonya adalah ‘Pengelolaan Hutan Berkesinambungan sebagai Pilar Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Penjaga Kesejahteraan Lingkungan’, Prof. Rokhmin Dahuri mengingatkan bahwa hutan merupakan ekosistem kehidupan yang menopang kelangsungan umat manusia.
“Hutan bukan hanya pepohonan. Ia adalah sumber air, udara bersih, dan kehidupan bagi manusia. Jika hutan rusak, maka rusak pula keseimbangan alam,” ujar Rokhmin, yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI.
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki sekitar 95 juta hektare kawasan hutan, atau sekitar setengah luas daratan nasional, menempatkannya sebagai salah satu paru-paru dunia setelah Brasil dan Kongo.
Namun, potensi besar ini juga menjadi tanggung jawab moral bangsa Indonesia untuk menjaga dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.
Dalam pandangan Islam, manusia sebagai khalifah Allah SWT di bumi wajib memakmurkan dan melestarikan alam. Rokhmin mengutip QS. Al-A’raf [7]:56 dan hadis Nabi SAW yang menganjurkan menanam pohon meski kiamat hampir tiba, sebagai dasar etika ekologi Islam.

Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., Anggota Komisi IV DPR RI saat membrikan keynote speech
Hutan Sebagai Pilar Ekologi dan Ekonomi
Prof. Rokhmin menegaskan bahwa hutan tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga ekonomis. Sektor kehutanan Indonesia menyumbang lebih dari USD 6,5 miliar devisa ekspor dan berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, industri kayu, serta ekowisata.
“Konsep ekonomi hijau harus menggabungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Jangan hanya melestarikan pohon, tapi juga menyejahterakan rakyat,” tegasnya.
Namun, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih menghambat, seperti deforestasi, penebangan liar, alih fungsi lahan, dan rendahnya produktivitas perhutanan sosial. Menurutnya, hal ini harus diatasi dengan inovasi, tata kelola yang baik, dan kemitraan lintas sektor.
Dorongan Regulasi dan Kolaborasi Lintas Pihak
Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin mendorong perbaikan regulasi kehutanan, peningkatan anggaran, serta penerapan kebijakan fiskal hijau untuk mendukung konservasi.
Ia juga mengajak Muhammadiyah, akademisi, pemerintah, dan dunia usaha untuk bersinergi memperluas praktik pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Rokhmin mencontohkan keberhasilan Gerakan Muhammadiyah untuk Hutan Lestari di Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur yang berhasil menghijaukan kembali lahan kritis melalui pendekatan sosial dan dakwah lingkungan.
“Menggoreskan akar ke bumi bukanlah sekadar seremoni tanpa makna, melainkan sebuah pilar dalam membangun tonggak peradaban.” Kita sedang menanam masa depan bangsa,” ujarnya.

Pembagian Buku Karya Prof Rokhmin Kepada Para Tamu Undangan Sebagai Simbol Berbagi Ilmu Dan Inspirasi Bagi Generasi Muda
Menutup dengan Harapan dan Aksi Nyata
Acara turut dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah, antara lain Gunawan Hidayat, Djihadul Mubarok, Ace Somantri, Tahim Mulyadi, serta perwakilan Aisyiyah dan Ortom se-Jawa Barat. Sebagai penutup, dilakukan Kegiatan pemberian pelakat dari Majelis Lingkungan Hidup UPI kepada Prof. Rokhmin Dahuri, serta pembagian buku karya Prof. Rokhmin kepada para tamu undangan sebagai simbol berbagi ilmu dan inspirasi bagi generasi muda.***“Prof. Rokhmin Dahuri Ajak Muhammadiyah Kembangkan Ekonomi Hijau dan Hutan Lestari”
- Penulis: Doni
- Editor: Redaksi


