SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mancanegara
Beranda / Mancanegara / BPIP: Diplomasi Beijing Harapan Baru Redakan Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

BPIP: Diplomasi Beijing Harapan Baru Redakan Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Diplomasi Beijing Konflik As Iran Selat Hormuz
Diplomasi Beijing Konflik As Iran Selat Hormuz

Jakarta, inplusnews.com, – Upaya perdamaian global untuk mendinginkan tensi di Timur Tengah kini bertumpu pada kekuatan diplomasi Beijing. Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, Darmansjah Djumala, menilai bahwa kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, ke Cina membawa angin segar bagi potensi deeskalasi konflik AS-Iran, terutama terkait pengamanan jalur vital di Selat Hormuz.

Peran Strategis Cina dalam Meredam Konflik AS-Iran

Dalam keterangan resminya, Darmansjah Djumala menegaskan bahwa Cina memiliki kapasitas besar untuk menjadi mediator yang efektif. Menurut pandangan pakar BPIP ini, diplomasi Beijing didukung oleh modalitas politik, militer, dan ekonomi yang kuat.

“Cina memiliki daya tekan yang signifikan terhadap Iran karena statusnya sebagai importir minyak utama. Hal ini memungkinkan diplomasi Beijing berperan sebagai penengah guna meredakan konflik AS-Iran yang kian memanas,” ujar Djumala pada Jumat (8/5/2026).

Darmansjah Djumala Pakar BPIP Bahas Diplomasi Beijing Dalam Konflik AS Iran Di Selat Hormuz
Darmansjah Djumala Pakar BPIP Bahas Diplomasi Beijing Dalam Konflik AS Iran Di Selat Hormuz

Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Dunia

Ketegangan yang memuncak sejak Februari 2026 telah menyebabkan gangguan besar pada perdagangan internasional. Darmansjah Djumala menyoroti bahwa tindakan Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara AS-Israel telah memicu ketidakpastian ekonomi.

Pihak BPIP menggarisbawahi beberapa poin krusial dalam krisis ini:

Wujudkan Kepedulian, Kodiklatad Renovasi Panti Asuhan dan Fasilitasi Adminduk di Bandung Barat

  • Stabilitas Energi: Penutupan Selat Hormuz dan blokade di Teluk Oman berdampak langsung pada lonjakan harga minyak dunia.
  • Aliansi Strategis: Iran memperkuat hubungan dengan Cina melalui diplomasi Beijing untuk mengimbangi tekanan unilateral dari pemerintahan Donald Trump.
  • Urgensi Dialog: Perseteruan dalam konflik AS-Iran memerlukan solusi diplomatik segera demi menjaga kelancaran distribusi logistik global.

Menanti Hasil Diplomasi Beijing di Pertemuan Trump-Jinping

Harapan akan berakhirnya konflik AS-Iran kini tertuju pada rencana kunjungan Presiden Donald Trump ke Cina pada pertengahan Mei mendatang. Darmansjah Djumala berharap pertemuan tingkat tinggi tersebut dapat memperkuat hasil diplomasi Beijing sebelumnya.

Dunia sangat bergantung pada keterbukaan jalur energi di Selat Hormuz. Melalui peran aktif Cina dan dukungan pemikiran dari institusi seperti BPIP, diharapkan tercipta stabilitas di Timur Tengah yang memberikan kepastian bagi keamanan maritim dan ekonomi global.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×