Study Tour Museum Kavaleri TNI AD Bandung: Siswa SD dan SMP Antusias Belajar Sejarah dan Nasionalisme
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
- visibility 147
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, inplusnews.com, “Study Tour Museum Kavaleri TNI AD Bandung: Siswa SD dan SMP Antusias Belajar Sejarah dan Nasionalisme” – Suasana penuh semangat terlihat saat puluhan siswa SD dan SMP mengikuti study tour di Museum Kavaleri TNI Angkatan Darat yang berlokasi di Markas Besar Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pusenkav) TNI AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa, 30 September 2025. Kegiatan ini dikemas interaktif dengan materi sejarah kavaleri, kuis kebangsaan, hingga pengalaman langsung menyaksikan koleksi panser dan kuda militer.
Komandan Pusenkav TNI AD, Mayjen Eko Susetyo, menyambut kedatangan para pelajar dengan penuh kebanggaan. Menurutnya, kavaleri memiliki peran penting dalam sejarah pertahanan negara.
“Kalau adik-adik perhatikan simbol TNI, ada tank dan panser. Itu semua kavaleri. Bahkan, kita juga memiliki pasukan berkuda. Presiden Prabowo sangat peduli dengan kavaleri, hingga memberikan ratusan ekor kuda untuk memperkuat pasukan,” jelas Eko.
Ia menambahkan, penetapan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebagai Warga Kehormatan Kavaleri menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah.
Momentum 30 September dan Nilai Nasionalisme
Pada kesempatan itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memanfaatkan momentum 30 September untuk mengajak siswa mengenang jasa tujuh pahlawan revolusi. Dengan cara interaktif, ia menggelar kuis sejarah dan memberikan hadiah bagi siswa yang mampu menjawab benar.
“Tujuh pahlawan revolusi gugur pada 30 September 1965 akibat pengkhianatan PKI. Sejak saat itu, Indonesia berkomitmen menjadi negara anti-komunis. Kita wajib menghormati jasa para pahlawan,” tegasnya.
Farhan juga memperlihatkan koleksi panser bersejarah yang pernah digunakan untuk mengangkut jenazah pahlawan revolusi. Ia menegaskan kegiatan ini bukan hanya rekreasi, tetapi juga bagian dari wisata edukasi Bandung.
“Program ini gratis bagi seluruh siswa SD dan SMP di Bandung. Syaratnya, tidak boleh dikaitkan dengan nilai akademis. Tujuannya murni untuk menambah wawasan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air,” jelasnya.

Wisata Edukasi Bandung
Antusiasme Siswa
Kemeriahan semakin terasa saat dua pelajar SMPN 18 Bandung tampil dengan wajah bercat kamuflase ala tentara. Salah satunya, Gifari, dengan lantang menyampaikan cita-citanya.
“Siap, saya ingin jadi tentara!” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah.
Sementara itu, Sarah, rekan Gifari, mengaku terkesan dengan pengalaman langsung di museum.
“Nilai sejarahnya masih terjaga walau sudah diperbarui. Senang sekali bisa belajar langsung di sini,” katanya.
Sinergi TNI dan Pemkot Bandung
Acara ini menjadi bukti nyata kerja sama antara Pusenkav TNI AD, Pemerintah Kota Bandung, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Selain menanamkan kecintaan generasi muda pada TNI, kegiatan ini juga memperkuat posisi Bandung sebagai destinasi wisata edukasi nasional.
“Anak-anak sekarang adalah generasi penerus. Mari kita rawat sejarah masa lalu, sekaligus menyiapkan masa depan dengan ilmu yang kita dapat hari ini,” tutup Wali Kota Farhan.***“Study Tour Museum Kavaleri TNI AD Bandung: Siswa SD dan SMP Antusias Belajar Sejarah dan Nasionalisme”
- Penulis: Admin
- Editor: Redaksi
- Sumber: Diskominfo Kota Bandung

