Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Event Besar Gairahkan Pariwisata, Okupansi Hotel di Kota Bandung Melejit Tajam

Event Besar Gairahkan Pariwisata, Okupansi Hotel di Kota Bandung Melejit Tajam

  • account_circle Rie
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, inplusnews.com – Kota Bandung kembali membuktikan diri sebagai magnet wisata nasional dan internasional. Sejumlah event berskala besar yang digelar selama Juli 2025, termasuk ajang olahraga lari Pocari Sweat Run, menjadi pemantik meningkatnya kunjungan wisata dan tingkat hunian hotel di berbagai kawasan kota.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung, Arief Bonafianto, mengungkapkan lonjakan signifikan okupansi hotel dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data sementara, hunian hotel naik tajam dari 58,54 persen pada 17 Juli, menjadi 89,67 persen pada 18 Juli, dan kembali melonjak ke 93,45 persen pada 19 Juli.

“Kami melihat dampak positif dari berbagai event yang digelar. Meski belum mencapai 100 persen, tren kenaikannya sangat menggembirakan,” ujar Arief, Minggu (20/7/2025).

Meski demikian, Arief menegaskan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan skala keseluruhan dampak event, mengingat tidak semua peserta datang dari luar kota.

“Tidak semua peserta Pocari Sweat Run menginap di hotel. Tapi kontribusi dari warga lokal yang staycation dan wisatawan asing tetap besar,” imbuhnya.

Wisatawan Belanda dan Braga: Kombinasi Klasik

Kawasan Braga masih menjadi primadona wisata, khususnya bagi pelancong asal Eropa. Pada akhir pekan lalu, kawasan ini kembali dipadati wisatawan mancanegara, terutama dari Belanda yang memang memiliki ikatan sejarah panjang dengan Bandung.

“Saat musim panas di negara mereka, wisatawan Belanda datang ke Bandung dalam jumlah signifikan. Dan Braga selalu menjadi destinasi wajib,” jelas Arief.

Sektor Kuliner Tak Ketinggalan

Tak hanya hotel yang meraup untung, geliat pariwisata juga terasa di sektor kuliner. Restoran dan kafe ramai pengunjung, terutama usai gelaran lari seperti Pocari Sweat Run.

“Kafe-kafe penuh saat pagi setelah event. Orang-orang beristirahat sambil menikmati kopi. Ini membuktikan event olahraga turut menggerakkan roda ekonomi lainnya,” katanya.

Bandung, Kota Penuh Agenda

Arief menyebut Bandung telah menjadi barometer kota aktif, dengan jadwal kegiatan nyaris tak pernah kosong. Dari olahraga, musik, otomotif, hingga budaya, semuanya punya ruang di kota ini.

Salah satu contoh terbaru adalah JDM Festival yang sukses menarik ribuan penggemar otomotif pada 19 Juli lalu.

“Kami terus koneksikan semua event ini melalui jaringan promosi, dari hotel, restoran, hingga kanal digital. Semua demi mendorong wisatawan datang,” kata Arief.

Bandara Husein, Faktor Kunci Mobilitas

Ia juga menaruh harapan besar pada semakin aktifnya Bandara Husein Sastranegara dalam membuka berbagai rute penerbangan. Keberadaan bandara yang terkoneksi akan memperkuat posisi Bandung sebagai tujuan wisata utama.

“Kalau Bandara Husein bisa aktif penuh, kita optimis wisatawan semakin mudah datang dan tinggal lebih lama di Bandung,” tutup Arief.

Dengan sinergi antara pelaku event, pelaku usaha, dan dukungan infrastruktur, Bandung terus memperkokoh posisinya sebagai kota wisata dengan denyut aktivitas yang tak pernah padam.

  • Penulis: Rie
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less