Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Atasi Banjir Kabupaten Bandung, Bupati Dadang Supriatna Genjot Proyek Drainase lewat Skema Pentahelix

Atasi Banjir Kabupaten Bandung, Bupati Dadang Supriatna Genjot Proyek Drainase lewat Skema Pentahelix

  • account_circle Rie
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, inplusnews.com – Pemerintah Kabupaten Bandung terus mempercepat proyek penanggulangan banjir di wilayah-wilayah rawan. Bupati Bandung, Dadang Supriatna—yang akrab disapa KDS—turun langsung meninjau sejumlah titik krusial di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot pada Jumat (12/6/2026), guna memastikan integrasi penanganan berbasis kolaborasi pentahelix berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, beberapa lokasi prioritas menjadi fokus utama, meliputi kawasan Jalan Siliwangi Baleendah, akses Dayeuhkolot menuju Sungai Citarum, aliran Sungai Cigede, hingga proyek pengerukan Saluran Irigasi Cipalasari.

Bupati Dadang Supriatna mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, pembenahan sistem drainase menjadi prioritas mendesak, terutama di titik-titik yang kerap menjadi langganan genangan air saat intensitas hujan tinggi. Salah satunya di Jalan Siliwangi, Baleendah, di mana pemerintah daerah bersama sektor swasta dan warga tengah merancang saluran pembuangan air dengan volume yang lebih besar.

“Untuk kawasan Jalan Siliwangi yang selalu banjir setiap musim hujan, jalan keluarnya adalah membangun drainase baru dengan lebar kurang lebih dua meter. Detail teknisnya sedang dihitung, dan kami juga merencanakan penataan kabel udara agar nantinya dipindahkan ke bawah tanah,” jelas KDS di sela-sela peninjauan.

Ia menggarisbawahi bahwa penyelesaian masalah banjir di Kabupaten Bandung tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Diperlukan kerja sama terpadu dari lima unsur (pentahelix), yakni pemerintah, komunitas masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan media massa. Saat ini, satuan tugas pentahelix telah aktif bergerak di sembilan kecamatan terdampak.

“Kemampuan APBD kita terbatas. Oleh sebab itu, kontribusi aktif dari warga serta para pemilik usaha di sekitar lokasi sangat krusial agar program penanganan ini dapat terealisasi dengan cepat,” tambahnya.

Selain di Baleendah, langkah taktis juga disiapkan untuk kawasan Jalan Terusan Dayeuhkolot. Pemkab Bandung menjadwalkan pembuatan saluran drainase selebar dua meter yang dikoneksikan langsung ke Sungai Citarum agar genangan air di jalan raya bisa segera surut.

Sementara itu, terkait kondisi Sungai Cigede yang mengalami pendangkalan parah akibat sedimentasi, KDS mengapresiasi kerelaan para pemilik lahan di bantaran sungai yang kooperatif mendukung proses normalisasi.

“Kami sangat bersyukur karena warga pemilik lahan bersedia menggeser pembatas benteng mereka hingga tiga meter. Ini memudahkan alat berat untuk melakukan pelebaran alur Sungai Cigede dan mengeruk sedimentasi tanah,” papar KDS.

Bupati Dadang Supriatna (KDS) saat meninjau proyek saluran air atau berdialog dengan warga di pinggir sungai.
Bupati Dadang Supriatna (KDS) saat meninjau proyek saluran air atau berdialog dengan warga di pinggir sungai.

Di sisi lain, Pemkab Bandung mencatat sejumlah progres positif pada proyek pengendalian banjir di titik luar. Pengerukan Sungai Cisunggalah sepanjang lima kilometer kini sudah menyentuh angka 70 persen. Pembebasan lahan untuk kolam retensi di Bojongsoang serta area pelebaran sungai di Tegalluar juga dilaporkan telah rampung.

Menutup rangkaian peninjauan, Bupati menengok proyek pengerukan Saluran Irigasi Cipalasari sepanjang 2,5 kilometer. Proyek ini merupakan kerja sama berskala besar antara PSDA Jawa Barat, DPUTR Kabupaten Bandung, BBWS, pihak kecamatan, dan warga setempat.

“Saluran Irigasi Cipalasari ini akhirnya bisa dinormalisasi kembali setelah hampir 30 tahun tidak tersentuh perbaikan. Ini adalah buah manis dari konsistensi kerja sama lintas sektor dalam konsep pentahelix,” pungkas Dadang Supriatna.***

  • Penulis: Rie
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less