Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bandung Jadi Sorotan Pemerintah Pusat
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prof. Dadan Hindayana memantau dapur SPPG MBG di Kabupaten Bandung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, inplusnews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan Pemerintah Kabupaten Bandung menarik perhatian serius pemerintah pusat. Dalam dua hari berturut-turut, Selasa-Rabu (9–10/9/2025), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dadan Hindayana dan Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri Dr. Safrizal ZA turun langsung melakukan pemantauan bersama Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna.
Pemantauan hari pertama dilakukan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Mengger, Desa Rancamulya, Kecamatan Pameungpeuk. Bupati Bandung, yang akrab disapa Kang DS, menyampaikan bahwa sekitar 90 dapur MBG telah beroperasi, sementara 250 dapur lainnya masih dalam proses pembangunan.
“Target kami ada 361 dapur MBG di Kabupaten Bandung. Insya Allah, seluruhnya beroperasi pada Desember 2025,” ujarnya.
Kang DS menegaskan, keberhasilan program MBG tidak lepas dari kerja sama dengan pelaku usaha lokal.
“Berkat dukungan pengusaha daerah, pembangunan SPPG berjalan lebih tertib. Ini bukan hanya soal gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih,” jelasnya.

Bupati Dadang Supriatna bersama Kemendagri dan BGN monitoring Program MBG
Prof. Dadan Hindayana menambahkan bahwa sebagian besar pembangunan SPPG dibiayai mitra lokal, sedangkan BGN menyediakan dukungan untuk bahan baku, operasional, dan insentif.
“Saat ini ada 7.558 SPPG beroperasi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bandung, dengan total produksi mencapai 666 juta porsi makanan,” ungkapnya.
Kunjungan hari kedua dipimpin Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri, Dr. Safrizal ZA. Ia menyoroti pentingnya Kabupaten Bandung sebagai salah satu sentra pangan.
“Untuk pasokan beras saja, kebutuhan tahunan diperkirakan mencapai 52 ton. Produktivitas lahan sawah harus dijaga. Contohnya, kebutuhan pisang sekali makan saja bisa mencapai 7.500 buah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kang DS kembali mengajak masyarakat memanfaatkan lahan produktif. Ia mendorong warga menanam jagung, sayuran, beternak ayam, dan mengelola kolam ikan.
“Kalau Koperasi Merah Putih berjalan optimal, roda ekonomi desa akan berputar. Saya sudah kumpulkan para kepala desa dan pengurus koperasi. Jalankan koperasinya, saya yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Meski demikian, Bupati Bandung menyoroti adanya dapur MBG bodong atau titik yang tidak terealisasi. Ia meminta pihak terkait segera melakukan perbaikan dan mengganti mitra yang tidak bertanggung jawab.
“Jika ditemukan dapur bodong, segera tindaklanjuti dan ganti mitranya,” ujarnya.
Hasil pemantauan menemukan 36 titik dapur SPPG bodong di wilayah Kabupaten Bandung. Untuk dapur yang aktif, evaluasi dilakukan secara rutin, termasuk rotasi menu setiap 10 hari serta distribusi susu pasteurisasi produksi KPBS Pangalengan dua kali seminggu.
Pemerintah Kabupaten Bandung, BGN, dan Kemendagri sepakat bahwa MBG bukan hanya memperbaiki kualitas gizi anak, tetapi juga berperan penting menggerakkan perekonomian desa melalui peran petani, koperasi, dan pengusaha lokal.
- Penulis: admin


